Hadapi Puncak Arus Mudik Idul Fitri, Polri Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Kamis, 7 Maret 2024 | 06:17 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, saat memberikan keterangan pers.  (Foto tangkapan layar youtube Humas Polri)
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, saat memberikan keterangan pers. (Foto tangkapan layar youtube Humas Polri)

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Kepolisian Negara Republik Indonesia memperkirakan puncak arus mudik hari raya Idul Fitri 1445 H terjadi pada 5 April 2024. Menghadapi hal tersebut Polri telah siap menerapkan rekayasa lalu lintas mulai 5 April 2024 mendatang. Rekayasa lalin ini di antaranya, contraflow, one way dan pembatasan operasional angkutan barang sumbu 3.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, dilansir Humas.polri.go.id menyampaikan, puncak arus mudik tersebut masih perlu dilakukan analisa dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

“Kami sudah sampaikan sekitar tanggal 5 April 2024 (puncak arus mudik) tadi. Namun demikian, hasil analisa dan evaluasi sementara ini akan dilakukan rapat dengan stakeholder terkait nanti kita akan sampaikan terkait dengan puncak baik itu mudik maupun arus balik,” katanya, Rabu (6/3/2024).

Baca Juga: Konten Tukar Pasangan yang Dibuat Samsudin Seret Dua Tersangka Baru

Khusus untuk contraflow kata Brigjen Pol Trunoyudo, Polri bakal memberlakukannya mulai dari KM 36. Sementara, sistem one way bakal diterapkan mulai dari KM 72 Tol Cipali hingga KM 414 Tol Kalikangkung.

Selain itu, khusus pemberlakuan rekayasa lalu lintas ganjil- genap pada mudik lebaran bakal diterapkan secara situasional.

Lebih lanjut, Trunoyudo menyebutkan bahwa pemberlakuan rekayasa lalu lintas ini merupakan hasil analisa dan evaluasi tahun lalu.

Baca Juga: Resmi Diluncurkan, Indeks Desa Mengukur Pembangunan Desa

Selain itu, pihak kepolisian juga telah memprediksi akan ada penambahan pergerakan massa mudik sebesar 5 persen-6 persen dibandingkan dengan periode mudik pada 2023.

“Sedangkan di pergerakan hasil prediksi dan analisa tahun ini kemungkinan akan bertambah 5-6 persen atau kurleb di angka 136 juta masyarakat. Tentunya, kesiapan ini akan lebih dipersiapkan oleh polri melalui korlantas dan stakeholder terkait,” pungkasnya.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X