pendidikan

IKTL Gelar Peluncuran dan Diskusi Buku: Kontekstualisasi Pemikiran Heinrich Leven dalam Pendidikan

Rabu, 29 Januari 2025 | 10:53 WIB
Acara peluncuran dan diskusi buku berjudul Kontekstualisasi Pemikiran Heinrich Leven dalam Pendidikan dalam rangka syukuran Penggelaran Hamba Allah Mgr. Heinrich Leven, SVD. (Foto/ Tim)

REPORTASENTT.COM, ENDE- Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) menggelar acara peluncuran dan diskusi buku berjudul Kontekstualisasi Pemikiran Heinrich Leven dalam Pendidikan dalam rangka syukuran Penggelaran Hamba Allah Mgr. Heinrich Leven, SVD.

Acara yang berlangsung di aula Biara Pusat CIJ Ende, Rabu (29/1/2025), ini dihadiri oleh akademisi, mahasiswa, pimpinan umum CIJ, para pimpinan provinsial, serta keluarga besar Yayasan Binawirawan yang terdiri dari SMK Katolik Hendricus Leven, SMP Katolik Ratu Damai, SMP Binawirawan Maumere, SMP Maria Goreti Ende, SMK Muktyaca Ende, dan SMA St. Clemens Boawae.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Panitia Syukuran Penggelaran Hamba Allah Mgr. Heinrich Leven, Sr. Redempta, CIJ. Dalam sambutannya, Sr. Redempta mengucapkan profisiat kepada IKTL sebagai penggagas lahirnya buku ini.

 Baca Juga: Tiga Hari Hilang, Warga Tasifeto Timur Ditemukan Tak Bernyawa di Tengah Derasnya Arus

"IKTL menjadi promotor pemikiran Heinrich Leven dalam mengimplementasikan kurikulum pendidikan," ujar Sr. Redempta.

Buku ini merupakan karya dosen- dosen IKTL yang menggali pemikiran Heinrich Leven, tokoh pendidikan yang dikenal dengan gagasannya tentang pendidikan berbasis konteks lokal.

Salah satu penulis buku, Dr. Imelda Oliva Wissang, M.Pd., menjelaskan karya ini bertujuan menerjemahkan ide- ide Leven ke dalam praktik pendidikan modern yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, khususnya di daerah yang memiliki keunikan budaya dan tradisi.

 Baca Juga: BMKG: Waspada! Cuaca Ekstrem Ancam Sejumlah Wilayah di NTT, Ini Daerah yang Perlu Siaga

“Pemikiran Heinrich Leven tidak hanya berbicara tentang pendidikan secara universal, tetapi juga menekankan pentingnya pendekatan yang menghargai kekayaan lokal. Buku ini menawarkan perspektif baru dalam mengembangkan sistem pendidikan yang inklusif dan kontekstual,” ujar Imelda dalam diskusi tersebut.

Diskusi buku yang dimoderatori oleh Philipus Wai Lawet, M.Pd., dosen IKTL, menghadirkan pembicara seperti RD. Fransiskus Soda Betul, S.Fil., M.Pd., Mudmaina, SE., M.Si, serta Dr. Imelda Oliva Wissang, M.Pd.

Para pembicara membahas berbagai aspek buku tersebut, termasuk relevansi pemikiran Leven dengan era digital serta bagaimana pendekatan ini dapat diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan nasional.

 Baca Juga: Penjabat Bupati Flotim Janji Dana 600 Ribu untuk Pengungsi Cair Segera, Rekening Disiapkan!

Peluncuran buku ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat diskursus tentang pentingnya pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal.

Sebagai penutup acara, Rektor IKTL, Dr. Imelda Oliva Wissang, M.Pd., menyampaikan harapannya agar buku ini dapat menjadi referensi penting bagi para pendidik dan pembuat kebijakan di Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini