REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Penjabat Bupati Flores Timur, Sulastri Yasid, memimpin penyerahan simbolis bantuan kepada para pengungsi yang menempati hunian sementara akibat erupsi Gunung Lewotobi.
Dalam acara tersebut, Sulastri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana ini.
“Perlu kita mengucapkan terima kasih kepada BNPB, pihak keamanan dari satuan kepolisian, satuan tentara Kodim Flotim, jajaran pemerintah, serta semua pihak yang telah bersama- sama mengambil bagian dalam penanganan bencana erupsi Gunung Lewotobi ini,” ujar Sulastri Yasid.
Baca Juga: Rp600 Ribu per Bulan Menanti! Begini Cara Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Mendapatkannya
Sulastri menyampaikan bencana ini adalah kehendak Tuhan yang datang tanpa rencana, namun pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, tetap hadir dan mendampingi masyarakat.
“Kita masih diberi kesempatan dari Tuhan untuk hidup di tempat ini, walaupun dengan keadaan seperti ini. Pemerintah tidak tinggal diam; kami selalu berkomunikasi dan menyiapkan tempat yang nyaman untuk kita semua,” katanya.
Dikatakan Pj. Bupati Flotim ini, tahap pertama pembangunan hunian sementara (huntara) telah selesai, menyediakan 50 unit untuk 250 kepala keluarga.
Baca Juga: Tugas Perdana 227 Bintara Polda NTT: Berikut Jumlah Personil yang Ditempatkan di Wilayah Terluar
Sebanyak 40 unit telah dihuni oleh 200 kepala keluarga dari Desa Klatenlo dan Dulipali.
“Dengan ini, posko pengungsian sementara di Lewolaga akan kita tutup dan dipindahkan ke Konga untuk meminimalkan pengeluaran, karena masih banyak hal lain yang perlu kita tangani,” tambahnya.
Sulastri juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan hunian sementara ini sebagai tempat tinggal utama.
Baca Juga: Komisi III DPR RI Bahas Isu Lingkungan Bangka Belitung dan PHK Sepihak Freeport
“Saya berharap pengertian baik dari bapa mama semua. Kita harus mulai mandiri tinggal di hunian sementara ini. Di siang hari, bapa mama dapat melakukan aktivitas sehari-hari di daerah asal, tetapi tidak boleh tinggal di sana. Kita harus kembali ke hunian sementara ini untuk menjaga keselamatan bersama dari erupsi Gunung Lewotobi,” jelasnya.
Artikel Terkait
Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Trans Maumere- Larantuka, Satu Orang Luka Serius
Ini yang Dibahas Kapolsubsektor Tanjung Bunga di Kediaman Kepala Desa Bahinga
Komisi III DPR RI Bahas Isu Lingkungan Bangka Belitung dan PHK Sepihak Freeport
Tugas Perdana 227 Bintara Polda NTT: Berikut Jumlah Personil yang Ditempatkan di Wilayah Terluar
Rp600 Ribu per Bulan Menanti! Begini Cara Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Mendapatkannya