Penjabat Bupati Flotim Janji Dana 600 Ribu untuk Pengungsi Cair Segera, Rekening Disiapkan!

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Jumat, 24 Januari 2025 | 07:15 WIB
Foto/ Elen Labina
Foto/ Elen Labina

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Penjabat Bupati Flores Timur, Sulastri Yasid, memimpin penyerahan simbolis bantuan kepada para pengungsi yang menempati hunian sementara akibat erupsi Gunung Lewotobi.

Dalam acara tersebut, Sulastri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana ini.

“Perlu kita mengucapkan terima kasih kepada BNPB, pihak keamanan dari satuan kepolisian, satuan tentara Kodim Flotim, jajaran pemerintah, serta semua pihak yang telah bersama- sama mengambil bagian dalam penanganan bencana erupsi Gunung Lewotobi ini,” ujar Sulastri Yasid.

 Baca Juga: Rp600 Ribu per Bulan Menanti! Begini Cara Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Mendapatkannya

Sulastri menyampaikan bencana ini adalah kehendak Tuhan yang datang tanpa rencana, namun pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, tetap hadir dan mendampingi masyarakat.

“Kita masih diberi kesempatan dari Tuhan untuk hidup di tempat ini, walaupun dengan keadaan seperti ini. Pemerintah tidak tinggal diam; kami selalu berkomunikasi dan menyiapkan tempat yang nyaman untuk kita semua,” katanya.

Dikatakan Pj. Bupati Flotim ini, tahap pertama pembangunan hunian sementara (huntara) telah selesai, menyediakan 50 unit untuk 250 kepala keluarga.

 Baca Juga: Tugas Perdana 227 Bintara Polda NTT: Berikut Jumlah Personil yang Ditempatkan di Wilayah Terluar  

Sebanyak 40 unit telah dihuni oleh 200 kepala keluarga dari Desa Klatenlo dan Dulipali.

“Dengan ini, posko pengungsian sementara di Lewolaga akan kita tutup dan dipindahkan ke Konga untuk meminimalkan pengeluaran, karena masih banyak hal lain yang perlu kita tangani,” tambahnya.

Sulastri juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan hunian sementara ini sebagai tempat tinggal utama.

 Baca Juga: Komisi III DPR RI Bahas Isu Lingkungan Bangka Belitung dan PHK Sepihak Freeport

“Saya berharap pengertian baik dari bapa mama semua. Kita harus mulai mandiri tinggal di hunian sementara ini. Di siang hari, bapa mama dapat melakukan aktivitas sehari-hari di daerah asal, tetapi tidak boleh tinggal di sana. Kita harus kembali ke hunian sementara ini untuk menjaga keselamatan bersama dari erupsi Gunung Lewotobi,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X