politik

ADDIBU Tekankan Pentingnya Produktivitas dan Inovasi dalam Debat Pertama Pilkada Flotim

Kamis, 31 Oktober 2024 | 17:57 WIB
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur, Anton Doni Tetap dan Ignas Boli Uran.

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Pada debat pertama calon bupati dan wakil bupati Flores Timur yang berlangsung di gedung OMK Larantuka, Rabu (30/10/2024), pasangan calon Bupati Antonius Doni Dihen dan wakil bupati Flores Timur Ignas Boli Uran tampil memukau dengan memaparkan visi misi yang produktif dan inovatif.

Dengan fokus pada peningkatan ekonomi, pendidikan, serta infrastruktur, pasangan ini berjanji menghadirkan perubahan yang berarti bagi masyarakat Kabupaten Flores Timur.

Menurut Anton Doni, meski Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) telah merumuskan visi Kabupaten Flores Timur yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan, langkah konkret untuk mewujudkan visi tersebut masih perlu didorong.

 Baca Juga: Nagi Karunia Jaya Larantuka Wakili NTT dalam Pameran Halal Indo Expo 2024

“Kami tahu bahwa RPJM/RPJPD telah merumuskan visi jangka panjang daerah ini, yaitu Kabupaten Flotim yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. Namun, dalam jangka pendek hingga menengah lima tahun ke depan, menekankan pada produktivitas dan inovasi adalah hal yang penting,” ungkap Doni Dihen.

Menurutnya, inovasi di berbagai sektor diperlukan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi daerah yang cukup memadai bagi kehidupan masyarakat.

ADD mengungkapkan kekhawatirannya terhadap angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Flores Timur yang stagnan di kisaran 3 persen, setelah sebelumnya mencapai 5 persen.

 Baca Juga: Dalam Sebulan, Polresta Bogor Kota Ringkus 23 Tersangka Penyalahgunaan Obat- oabatan Terlarang

"Pertumbuhan ekonomi kita masih stagnan di angka 3 persen setelah turun dari 5 persen sebelumnya. Ini menjadi tantangan besar bagi kita semua," tambahnya.

Selain itu, angka kemiskinan yang masih berada pada kisaran 10-11 persen, setara dengan sekitar 30.000 penduduk, menurutnya, merupakan masalah yang harus segera ditangani dengan serius.

Dirinya juga menyoroti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Flores Timur yang masih berada di bawah rata-rata provinsi, yang juga masih di bawah rata-rata nasional.

 Baca Juga: Pencuri Motor di Kota Kupang Beraksi di Area Rumah Sakit, Dibekuk Polisi di Jlan Sumatera

Hal ini, menurutnya, menunjukkan adanya kesenjangan yang harus diatasi untuk mencapai kesejahteraan yang merata.

Halaman:

Tags

Terkini