Yuni Damayanti Angkat Tantangan Perempuan Berpolitik dalam Sosialisasi Empat Pilar JSL di Solor Selatan

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Minggu, 14 Desember 2025 | 14:09 WIB
Para peserta saat mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.  (Foto/ Tim)
Para peserta saat mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. (Foto/ Tim)

 

REPORTASENTT.COM, SOLOR- Isu etika politik dan keterlibatan perempuan dalam dunia politik mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dilaksanakan Anggota DPR RI Komisi XI Fraksi Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, di Desa Lewograran, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.

Julie Sutrisno Laiskodat yang merupakan anggota DPR RI periode 2024–2029 berhalangan hadir secara langsung dan diwakili oleh Tenaga Ahli (TA), Minarni.


Baca Juga: Dialog Empat Pilar MPR RI di Solor, Warga Lewograran Soroti Etika Politik dan Pemangkasan Dana Desa

Turut hadir Pelaksana Tugas (Plt) Camat Solor Selatan Benediktus Masi Jawan, Kepala Desa Lewograran Mateus Buto Wujon, Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur Fraksi Partai NasDem Husen Maser, serta Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Lembata, Yuni Damayanti.

Dalam pemaparannya, narasumber Musba Suban Wotan menekankan pentingnya etika dan keteladanan elite politik dalam mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar.

Ia menilai persoalan mendasar bangsa saat ini terletak pada lemahnya penegakan hukum dan praktik politik pragmatis yang menjauh dari nilai luhur Pancasila.


Baca Juga: Pelni Punya Gedung Baru di Lembata, Kantor Cabang Bakal Dipindahkan dari Larantuka


“Empat Pilar bukan hanya sekedar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku pemimpin, termasuk keberanian untuk bersikap adil dan jujur,” kata Musba.

Ia juga menyoroti tantangan globalisasi dan masuknya budaya luar yang dinilai berpotensi mengikis nilai kebersamaan serta jati diri bangsa apabila tidak disikapi dengan kesadaran kebangsaan yang kuat.

Dalam sesi dialog, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Lembata, Yuni Damayanti, turut mengangkat persoalan rendahnya keterlibatan perempuan dalam politik. Ia menyoroti masih kuatnya dominasi laki-laki serta stigma sosial yang membuat perempuan enggan terjun ke dunia politik.


Baca Juga: Pelni Bakal Pindah Kantor Cabang ke Lembata, Kepala Cabang Ajukan Trayek Baru Lembata– Kumai dan Lembata– Denpasar

Menanggapi hal tersebut Musba, menjelaskan perempuan memiliki ruang dan peran yang sah dalam ranah publik, termasuk politik, selama tetap berpegang pada nilai moral dan tanggung jawab.

“Politik bukan hal yang haram bagi perempuan. Banyak contoh tokoh perempuan dalam sejarah yang tampil di ruang publik dan kepemimpinan. Perempuan Lamaholot harus berani tampil dan mengambil peran,” katanya.

Sejumlah peserta juga menyampaikan kekhawatiran terhadap meningkatnya polarisasi sosial dan kecenderungan pengotak-kotakan masyarakat.

Baca Juga: Jenazah Korban Pengeroyokan Kalibata Diterbangkan ke NTT, Keluarga Sempat Menolak Pengawalan Polisi

Mereka berharap kegiatan Sosialisasi Empat Pilar terus dilakukan secara berkelanjutan, khususnya untuk membekali generasi muda dengan pemahaman kebangsaan.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X