REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Perusahaan pelayaran nasional PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memastikan rencana pemindahan kantor cabang dari Larantuka, Kabupaten Flores Timur, ke Kabupaten Lembata.
Langkah ini diambil menyusul hibah gedung dari Pemerintah Kabupaten Lembata yang telah disiapkan untuk difungsikan sebagai Kantor Cabang Pelni Lembata.
Selama ini, pelayanan Pelni untuk wilayah Lembata masih ditangani dari Kantor Cabang Larantuka.
Namun, pemerintah Flores Timur belum dapat memenuhi penyediaan lahan hibah seperti yang dipersyaratkan perusahaan, sehingga Pelni memutuskan memindahkan pusat pelayanan ke Lewoleba.
Kepala Cabang Pelni Larantuka, Yulianto, menjelaskan bahwa status administrasi Pelni di Lewoleba saat ini masih sebagai kantor subcabang atau Terminal Point (Terpo).
Peningkatan status menjadi Kantor Cabang Induk menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) resmi dari kantor pusat PT Pelni.
“Dari dulu pusatnya memang di Larantuka, Pak. Namun kalau SK sudah keluar, maka status kantor akan menyesuaikan,” kata Yulianto kepada wartawan, Jumat (12/12/2025).
Dengan pemindahan pusat layanan ke Lembata dikatakannya, kantor Pelni di Larantuka nantinya akan berstatus sebagai kantor unit.
Ditambahkan Yulianto selain pemindahan kantor, Pelni juga mengajukan penambahan trayek pelayanan kapal kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Baca Juga: Lurah Weri di Larantuka Buka Suara Soal Data Bantuan Pangan: PPPK Tak Masuk Kategori Penerima
Dua rute baru yang diusulkan sebut dia adalah Lembata– Kumai (Kalimantan Tengah) dan Lembata– Denpasar (Bali).
“Insya Allah bisa terealisasi. Sudah kami ajukan ke Kemenhub, dan jika disetujui, rute Kumai maupun Denpasar nantinya hanya akan dilayani melalui Pelabuhan Lembata. Kapal tidak akan singgah di Larantuka,” jelas Yulianto.
Dengan usulan itu, Pelabuhan Lewoleba berpeluang menjadi titik singgah utama bagi arus penumpang dan barang menuju Bali dan Kalimantan.
Untuk memperkuat rute baru tersebut, Pelni mengusulkan penambahan armada kapal.
Salah satu yang disiapkan adalah KM Lawit, yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026.
“Kalau sudah deal dengan Kemenhub, rute baru itu akan dilaksanakan dari Lembata dengan tambahan armada KM Lawit,” kata Yulianto.
Baca Juga: Belum Selesai Pulih dari Erupsi, Pengungsi Lewotobi Diterjang Air Lumpur yang Masuk ke Kopel Huntara
Yulianto pun menjelaskan pemindahan kantor cabang Pelni ke Lembata dan pembukaan rute baru diperkirakan memberi dampak positif bagi mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Yulianto pun menjelaskan pemindahan kantor cabang Pelni ke Lembata dan pembukaan rute baru diperkirakan memberi dampak positif bagi mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Akses transportasi laut menuju Bali dan Kalimantan kata dia akan semakin terbuka, sementara layanan tiket dan logistik ungkapnya menjadi lebih cepat dan efisien karena dilakukan langsung di Lewoleba.
"Pemerintah Kabupaten Lembata telah menyatakan komitmen mendukung penuh penguatan layanan transportasi laut di wilayah tersebut, sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah dan memperkuat aktivitas perdagangan," tutupnya.
Artikel Terkait
PGRI Flotim Gugat Pemda: Aksi Guru di DPRD Diselimuti Dugaan Manuver Politik Wakil Rakyat
Lurah Weri di Larantuka Buka Suara Soal Data Bantuan Pangan: PPPK Tak Masuk Kategori Penerima
Yunus Takandewa Mulai Konsolidasi PDI-P NTT, Awali Safari Politik di Flores Timur
Dua Turis Inggris Freestyle di Jalan Ramai Labuan Bajo, Polisi Turun Tangan
Pelni Punya Gedung Baru di Lembata, Kantor Cabang Bakal Dipindahkan dari Larantuka