Viral Tinggal di Gubuk Reyot, Siswi Berprestasi di Manggarai Timur Dapat Perhatian Kapolres

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:12 WIB
 Bhabinkamtibmas Desa Rana Gapang, Aipda Lalu Sukiman, menyerahkan bantuan sembako dan uang kepada Marselina Lovelia Kurniati Rindu (Cinta) dan neneknya, Katarina Labe, di rumah mereka. (Foto/ Ejhi Serlenso)
Bhabinkamtibmas Desa Rana Gapang, Aipda Lalu Sukiman, menyerahkan bantuan sembako dan uang kepada Marselina Lovelia Kurniati Rindu (Cinta) dan neneknya, Katarina Labe, di rumah mereka. (Foto/ Ejhi Serlenso)

Baca Juga: Jalan Baru Selesai Sudah Rusak, BEMNus Minta Kejati NTT Selidiki Proyek Rp15,6 Miliar di Manggarai Timur



“Adik Cinta harus tetap semangat bersekolah dan belajar lebih giat. Ibu Katarina pun harus tetap tegar dan kuat mendukung Cinta. Tetaplah berdoa, kiranya Tuhan memudahkan segala perjuangan kalian dan mewujudkan cita-cita Cinta,” katanya.

Cinta dan neneknya, Katarina Labe, tampak terharu saat menerima bantuan tersebut. Mereka menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan oleh jajaran kepolisian.

“Terima kasih Bapak Kapolres dan Bapak Bhabin yang telah peduli serta mengunjungi kami. Kiranya Allah membalas budi baik Bapak berdua. Bantuan ini sungguh sangat berarti bagi kami,” kata Cinta.

 

 

Baca Juga: Ditinggal Ayah, Kehilangan Ibu Sejak Bayi, Cinta Bertahan Bersama Nenek di Gubuk Bocor Manggarai Timur



Sejak kehilangan ibunya saat masih balita dan ditinggalkan ayahnya, Cinta diasuh oleh kakek dan neneknya. Setelah sang kakek meninggal pada 2024, ia hanya tinggal bersama Katarina Labe yang sudah lanjut usia.

Meski hidup dalam keterbatasan, Cinta dikenal sebagai siswi berprestasi. Selama menempuh pendidikan di SDI Compang Ngeles, ia selalu meraih peringkat pertama. Kini ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Elar dan setiap hari berjalan kaki cukup jauh menuju sekolah.

Salah seorang mantan guru Cinta menggambarkan muridnya sebagai anak yang rajin, sopan, dan aktif mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

 

 

Baca Juga: Nelayan Hilang Saat Menyuluh Ikan di Perairan Sikka Ditemukan Meninggal pada Hari Kedua Pencarian



“Cinta anak yang sangat rajin, sopan, dan selalu aktif di sekolah. Meski kurang mampu, ia tak pernah absen berprestasi,” katanya.

Katarina Labe mengandalkan pekerjaan serabutan di ladang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membiayai pendidikan cucunya. Penghasilannya tidak menentu sehingga kebutuhan makan, seragam, buku, dan perlengkapan sekolah sering kali sulit dipenuhi.

“Sebagai kepala keluarga, saya harus menanggung segalanya. Makan, kebutuhan sekolah Cinta, buku, seragam. Namun apa daya, penghasilan serabutan tak cukup untuk kami berdua,” kata Katarina.

 

 

Baca Juga: TPS Liar Menjamur di Jalur Menuju Bandara Larantuka, Pampers Bayi dan Pembalut Wanita Berserakan di Tepi Jalan, DLH Flores Timur Turun Membersihkan



Keluarga tersebut memang menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Indonesia Pintar (PIP), namun dana yang diterima belum mampu memperbaiki rumah mereka yang sudah dalam kondisi rusak berat.

Perhatian dari Kapolres Manggarai Timur muncul setelah kisah Cinta yang tetap berprestasi meski tinggal di rumah nyaris roboh menjadi viral di media sosial. (Kontributor/Ejhi Serlenso**)

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X