Diserang Buzzer dan Kampanye Hitam, Merek Deodoran Ini Angkat Kaki dari RI

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Rabu, 6 Agustus 2025 | 20:03 WIB
Foto Ilustrasi (Foto by One)
Foto Ilustrasi (Foto by One)




REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Sebuah merek deodoran ternama asal Denmark, Perspirex, resmi menghentikan operasionalnya di Indonesia.
 
Keputusan tersebut diumumkan melalui unggahan resmi di akun media sosial X (sebelumnya Twitter) @perspirex_id pada Senin (4/8).

Dalam pernyataan resminya, Perspirex mengungkapkan bahwa kehadiran mereka di Indonesia sejak awal bertujuan untuk memberikan solusi antiperspirant yang efektif dan mendukung rasa percaya diri masyarakat.
 
 


“Banyak orang merasa lebih percaya diri lewat solusi antiperspirant yang terbukti,” tulis Perspirex dalam unggahan tersebut.

Namun, merek tersebut mengklaim telah menjadi korban kampanye negatif dan serangan buzzer yang secara langsung berdampak pada reputasi dan penjualan produk mereka di pasar lokal.

“Banyak brand mulai overclaim, beberapa menjatuhkan lewat black campaign. Buzzer digunakan untuk merusak reputasi,” lanjut pernyataan itu.
 
 
 

Perspirex mengaku telah berupaya keras untuk tetap bertahan di tengah tekanan tersebut, namun kondisi pasar yang dinilai tidak sehat memaksa mereka untuk angkat kaki dari Indonesia.

“Kami tidak bisa lagi melanjutkan perjalanan ini,” tulis mereka.

Kabar hengkangnya merek asal Denmark ini memicu beragam respons warganet.
 
 
 
 
Sebagian besar menyayangkan keputusan tersebut dan menyuarakan keprihatinan terhadap iklim persaingan bisnis di Indonesia yang dinilai tidak adil dan tidak sehat.

Tak sedikit pula yang menyoroti fenomena penggunaan buzzer dalam dunia pemasaran dan persaingan produk, yang dinilai telah melenceng dari semangat kompetisi yang sehat dan profesional.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X