Rencana Besar! Kepala Bappenas: Kemiskinan Ekstrem 0 Persen di 2026, Mungkinkah?

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Senin, 30 Desember 2024 | 23:12 WIB
Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan melaksanakan rapat bersama Bapak Luhut Binsar Pandjaitan, selaku Kepala Dewan Ekonomi Nasional, di Gedung Bappenas pada akhir Oktober 2024. (Foto Rachmat Pambudy Instagram. )
Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan melaksanakan rapat bersama Bapak Luhut Binsar Pandjaitan, selaku Kepala Dewan Ekonomi Nasional, di Gedung Bappenas pada akhir Oktober 2024. (Foto Rachmat Pambudy Instagram. )

 

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan pentingnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 sebagai penjabaran visi dan misi Presiden Prabowo Subianto yang terangkum dalam "Asta Cita".

RPJMN ini menetapkan prioritas nasional yang salah satunya adalah pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) RPJMN yang digelar di Bappenas RI pada Senin (30/12), Rachmat menjelaskan bahwa RPJMN bertujuan menurunkan tingkat kemiskinan menjadi 4,5 persen pada tahun 2029 dan kemiskinan ekstrem menjadi 0 persen pada tahun 2026.

 Baca Juga: Resmi Diumumkan! Ini Dia Hasil Akhir Seleksi PPPK Flores Timur 2024 Periode I, bagi yang Lulus Segera Lengkapi Syarat Ini!

Sementara itu, indeks modal manusia ditargetkan mencapai 0,59 persen dan pertumbuhan ekonomi ditargetkan tumbuh hingga 8 persen pada akhir periode RPJMN.

"Strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia difokuskan pada pemberian makanan bergizi yang sehat, penuntasan tuberkulosis, pembangunan sekolah unggul baru, layanan kesehatan terintegrasi, dan perbaikan kualitas serta kesejahteraan guru," jelas Rachmat.

Ia juga memaparkan delapan strategi utama dalam RPJMN, antara lain peningkatan produktivitas pertanian menuju swasembada pangan, industrialisasi dan hilirisasi, serta penerapan ekonomi hijau dan biru.

 Baca Juga: Manajemen dalam Program Karang Taruna: Membangun Kepemimpinan Efektif di Pusaka Pledo

Kebijakan pendukungnya meliputi deregulasi perizinan, kesinambungan fiskal, dan kebijakan moneter yang mendukung pertumbuhan.

Lebih lanjut, Rachmat menjelaskan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) akan menjadi instrumen penting dalam mencapai sasaran RPJMN.

Salah satu PSN unggulan adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dirancang untuk meningkatkan gizi ibu hamil, balita, dan anak sekolah.

 Baca Juga: KPK Anak Muda Watoone: Strategi Baru Evaluasi Aset Keuangan untuk Pelayanan Kedukaan

"Program ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong prestasi siswa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi," katanya.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X