Kasus Ashanty dan Ayu: Fakta Hukum, Tudingan Miliar, dan Perang Narasi di Media Sosial

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Minggu, 5 Oktober 2025 | 09:18 WIB
Ashanty. (Instagram @ashanty_ash)
Ashanty. (Instagram @ashanty_ash)
 
 
 
REPORTASENTT.COM, JAKARTA-  Konflik panas antara artis Ashanty dan mantan karyawannya Ayu Chairun Nurisa kini makin menyerupai drama hukum berlapis, lengkap dengan bumbu sindiran, arogansi, dan permainan citra di ruang publik.
 
 
 
 
Apa yang semula hanya disebut “masalah internal perusahaan” kini menjelma menjadi perang terbuka antara majikan dan mantan bawahan, dengan panggung utama di media sosial dan kantor polisi.
 
 


Dari Tuduhan Penggelapan hingga Perampasan Aset
 

Ashanty memulai langkah pertama dengan melaporkan Ayu atas dugaan penggelapan dana perusahaan. Namun, cerita tak berhenti di situ.
 
 
 
 
 
 
 

Tak lama berselang, Ayu balik menuding Ashanty melakukan perampasan aset pribadi, termasuk ponsel, mobil, hingga dokumen penting miliknya.
 


Kuasa hukum Ayu, Stifan Heriyanto, bahkan menyebut barang-barang kliennya disita secara paksa atas perintah langsung dari sang artis.
 
 


“Handphone, mobil, tas, KTP, laptop, hingga password m-banking diminta paksa sama Ashanty lewat karyawannya,” ujar Stifan, Sabtu (4/9/2025).
 
 
 

Tak tanggung-tanggung, Stifan juga menuduh Ashanty mengirim utusan untuk mengambil sertifikat rumah dan emas, seolah semua yang pernah bersentuhan dengannya otomatis menjadi “milik perusahaan.”
 


Ashanty Buka Suara, tapi Penuh Nada Ancaman

Merasa diserang balik, Ashanty akhirnya muncul di Instagram.
 
 
 
 
Dengan gaya yang lebih mirip ultimatum daripada klarifikasi, ia menyebut siap menambah tiga pasal baru terhadap mantan karyawannya itu.
 


“Awalnya aku cuma mau laporan satu pasal, sekarang lihat begini, ada tiga pasal berlapis buat Anda, mbak,” tulisnya dengan nada tegas di Instagram Story, Jumat (3/10/2025).
 
 
 
 
 
 

Alih-alih menjernihkan suasana, unggahan itu justru membuat publik menilai Ashanty terlalu menikmati posisinya sebagai pihak yang berkuasa.
 
 

Beberapa warganet bahkan menyebutnya “drama hukum dengan sentuhan seleb privilege.”
 
 
 


Bicara Kasihan, tapi Bertindak Sebaliknya

Ashanty berdalih diam selama ini karena kasihan pada keluarga Ayu.
 

Namun, setelah dilaporkan balik, rasa “kasihan” itu seketika menguap.
 
 
Kini ia menyatakan siap melawan habis-habisan, bahkan mengancam membuka semua bukti ke publik.
 
 
 
 
Baca Juga: Perkara Uang Pensiun di NTT: Mediasi Bhabinkamtibmas Redakan Konflik Keluarga di Kolhua

“Awalnya saya kasihan sama anak-anaknya. Tapi kalau begini, saya akan lawan sekuat tenaga,” tulisnya lagi.
 
 

Apalagi, di tengah narasi iba yang dibangun, muncul pula klaim Ashanty bahwa Ayu menggelapkan dana hingga Rp3 miliar,  jumlah yang ia sebut masih “dalam penghitungan.”
 
 

Sebuah pernyataan yang terasa seperti soft launch kampanye pembenaran diri.
 


Kini kasus ini resmi masuk ranah hukum dengan saling lapor antara dua pihak. Polisi tentu akan memproses sesuai prosedur, tapi publik tampaknya sudah jenuh.
 
 

Pasalnya, dari setiap unggahan dan konferensi pers, aroma “drama selebritas” lebih kental daripada esensi keadilan.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X