REPORTASENTT.COM, ADONARA- Situasi keamanan pascakerusuhan antarwarga di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, mulai berangsur kondusif.
Kondisi tersebut ditandai dengan penyerahan puluhan senjata api rakitan dan senjata tajam oleh warga Desa Saosina dan Desa Narasaosina kepada aparat kepolisian dalam penyerahan tahap II di Waiwerang Kota, Senin (25/5/2026).
Sebanyak 140 barang diserahkan masyarakat kepada Polres Flores Timur. Barang tersebut terdiri atas 19 pucuk senjata api rakitan, 90 batang anak panah, 27 busur, serta empat amunisi dan selongsong senjata api rakitan.
Baca Juga: PELNI Kirim Ratusan Sapi dari NTT ke Jakarta Jelang Iduladha
Penyerahan dilakukan langsung Kepala Desa Saosina Jamaludin Jou Dadi bersama Kepala Desa Narasaosina Januarius Tolan Igor serta tokoh adat setempat kepada Kabag Ops Polres Flores Timur AKP Eduardus Nuru.
Proses penyerahan turut disaksikan personel gabungan Polri, TNI, Brimob, tokoh masyarakat, dan warga.
Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengatakan penyerahan senjata secara sukarela menjadi langkah penting dalam pemulihan keamanan pascakonflik sosial antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak dan Desa Narasaosina.
Baca Juga: Baru Bangun, Warga Tambora Kaget Ledakan Dahsyat Gas 12 Kg, Satu Keluarga Jadi Korban
“Penyerahan senjata secara sukarela ini menjadi langkah positif dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Adonara Timur. Kami mengapresiasi keterlibatan tokoh adat, pemerintah desa, dan masyarakat yang mendukung proses pemulihan pascakonflik,” kata Adhitya.
Menurut Adhitya, keberhasilan penyerahan senjata tahap II tidak terlepas dari pendekatan persuasif, dialogis, dan humanis yang dilakukan aparat keamanan bersama tokoh masyarakat serta pemerintah desa.
“Kami terus membangun komunikasi dengan masyarakat agar situasi keamanan benar-benar pulih. Pendekatan humanis menjadi prioritas agar masyarakat merasa aman dan percaya kepada aparat dalam menjaga stabilitas wilayah,” katanya.
Baca Juga: Ayah Aniaya Balita 2 Tahun di Padang, Polisi Siapkan Hukuman Berat untuk Pelaku
Usai penyerahan, personel gabungan melakukan pengecekan fisik dan pendataan terhadap seluruh barang bukti sebelum diamankan ke Mako Polres Flores Timur di Larantuka untuk kepentingan pengamanan dan inventarisasi.
Meski kondisi wilayah mulai kondusif, aparat keamanan tetap meningkatkan patroli dialogis, deteksi dini, dan pengamanan di sejumlah titik rawan guna mengantisipasi potensi konflik susulan maupun provokasi.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga perdamaian, tidak mudah terprovokasi, dan mendukung upaya rekonsiliasi demi terciptanya keamanan yang berkelanjutan di Adonara Timur,” ujar Adhitya.
Baca Juga: Heboh Penampakan Pocong di Lamongan, Pelaku Ngaku Iseng: Niatnya Prank, Malah Viral Sekampung
Selain pengamanan wilayah, Polres Flores Timur juga memperkuat komunikasi lintas tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah desa guna mempererat hubungan sosial masyarakat pascakonflik serta membuka ruang rekonsiliasi damai di Adonara Timur.
Artikel Terkait
Skandal Kekerasan Seksual di Surabaya: Ayah Tiri Diduga Cabuli Dua Anak, Satu Korban Hamil 5 Bulan, Kasus Terbongkar Usai Laporan Polisi
Modus Ekspor Sumber Daya Alam Indonesia Terkuak Usai Presiden Prabowo Singgung Underinvoicing dan Transfer Pricing di Rapat Paripurna DPR RI
Baru Bangun, Warga Tambora Kaget Ledakan Dahsyat Gas 12 Kg, Satu Keluarga Jadi Korban
Di Balik Penangkapan di Laut Internasional: Cerita Kelam WNI Relawan GSF Usai Bertemu Militer Israel
PELNI Kirim Ratusan Sapi dari NTT ke Jakarta Jelang Iduladha