Densus 88 Tangkap Teroris Buron Sejak 2016 di Gorontalo! Pelaku Ternyata Bersembunyi dengan Identitas Baru  

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Selasa, 3 September 2024 | 16:33 WIB
Simulasi Penanganan Bom Dan Teror Di Depo Mrt Lebak Bulus Jakarta Selatan. (Foto tangkapan layar YouTube Humas Korps Brimob Polri)
Simulasi Penanganan Bom Dan Teror Di Depo Mrt Lebak Bulus Jakarta Selatan. (Foto tangkapan layar YouTube Humas Korps Brimob Polri)
 
 
 
REPORTASENTT.COM- Densus 88 Antiteror Polri menangkap YLK alias IS alias AT alias MAL alias AH di Desa Mongolato, Kecamatan Telaga, Gorontalo.
 
YLK merupakan buron sejak 2016 yang melarikan diri dengan mengubah identitasnya.

"Iya benar (sudah ditangkap)," jelas Juru Bicara Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Brigjen. Pol. Aswin Siregar, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (03/09/24).
 
Baca Juga: Mengapa Sat Resnarkoba Polres Lombok Tengah Titipkan 7,34 Kilogram Sabu ke Polda NTB?

Dijelaskannya, YLK memiliki rekam jejak mengikuti pelatihan di Camp Hudaibiyah, Philipina pada 1998/2000. Selain itu, YLK mengikuti Muqoyama Badar tahap 2 (Pelatihan Para Militer) di Jawa Timur yang merupakan program Jamaah Islamiyah.

Menurutnya, YLK kemudian ditangkap oleh Densus 88 atas kepemilikan senjata api laras panjang titipan dari tersangka UM, seorang narapidana kasus Bom Bali 1. Pada 2003 YLK pun dilakukan penahanan.

"Di tahun 2012, YLK bergabung dengan kelompok Jamaah Ansor Tauhid (JAT) dan mengikuti program pengiriman personel ke Yaman sebagai bagian dari jihad global AQAP," ungkapnya.
 
Baca Juga: Siap- siap! Subsatgas Siber Intensifkan Patroli Media Sosial untuk Amankan Pilkada 2024 di NTT

Lebih lanjut ia menjelaskan, YLK berangkat ke Yaman dengan diberangkatkan oleh seorang berinisial ABU.
 
Tim Densus 88 seperti dilansir melalui laman Polda Jambi,  pun telah menangkap ABU atas keterlibatannya sebagai Lajnah Roqobah (kaderisasi) kelompok JamaahAnsharuh Syariah. 

"Di Yaman, YLK mengaku mendapat perintah dari AM/AZ (Petinggi AQAP) untuk melakukan aksi teror di bursa efek Singapura," ujarnya.
 
Baca Juga: Indonesia Juara FIFAe World Cup featuring Footbal Manager 2024, Apa Arti dari Turnamen Ini?

Selanjutnya, pada 2015, YLK mencoba masuk ke Singapura melalui jalur laut. Kendati demikian, ditolak oleh imigrasi Singapura dan dideportasi ke Batam. 

"Saat ditangkap, penyidik menemukan satu lembar buletin dakwah Hizbut Tahrir Indonesia, satu buah Paspor atas nama Yudi Lukito Kurniawan, dan satu lembar dokumen pemeriksaan imigrasi Singapura," ujar Brigjen. Pol. Aswin.
 

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X