Siswi SMA Ini Diamankan Polisi Usai Bayinya Ditemukan Meninggal di Puskesmas

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Minggu, 9 Februari 2025 | 16:13 WIB
Ilustrasi tangan diborogol.
Ilustrasi tangan diborogol.


REPORTASENTT.COM, LOMBOK TENGAH- Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah mengamankan seorang siswi SMA berinisial DA setelah bayi yang baru dilahirkannya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di toilet Puskesmas Kopang.

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, Iptu Luk Luk Il Maqnun, menerangkan, DA melahirkan secara prematur di dalam toilet puskesmas, lalu meninggalkan bayinya.
 
Kejadian ini terjadi pada, Kamis (7/2/2025) dini hari.
 
Baca Juga: Warga Adonara Barat Galang Donasi untuk Perbaikan Jalan Putus Akibat Banjir

Menurut keterangan polisi, DA mulai merasakan sakit perut sepulang sekolah.
 
Karena kondisinya semakin memburuk, orang tuanya membawanya ke Puskesmas Kopang untuk mendapatkan perawatan.
 
Setibanya di puskesmas sekitar tengah malam, DA meminta izin ke toilet karena masih merasakan sakit yang hebat.
 
 
Tanpa diketahui siapa pun, siswi kelas 12 itu ternyata melahirkan seorang bayi laki-laki di dalam toilet.

“Diduga karena panik dan takut ketahuan oleh kedua orang tuanya, terduga DA kemudian meninggalkan bayi yang baru dilahirkannya ini di toilet,” jelas Iptu Luk Luk Il Maqnun dalam keterangannya pada Sabtu (8/2/2025).

Warga yang menemukan bayi tersebut langsung melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.
 
 
Sayangnya, saat ditemukan, bayi itu sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
 
Setelah menerima laporan, polisi segera bergerak cepat untuk mengamankan DA dan mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian.
 
Polisi juga telah membawa jasad bayi tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara, Mataram, untuk diautopsi guna memastikan penyebab kematiannya.
 
Baca Juga: Bocah Terseret Arus di Flores Timur Ditemukan Tak Bernyawa, Operasi SAR Resmi Ditutup

Saat ini, DA masih dalam proses pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian. Meskipun telah diamankan, status hukumnya belum ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga masih mendalami kasus ini lebih lanjut, termasuk mengungkap siapa ayah dari bayi tersebut.

“Terduga saat ini sudah kami amankan untuk dimintai keterangan guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Iptu Luk Luk Il Maqnun.

Kepolisian menegaskan akan menangani kasus ini dengan pendekatan profesional dan humanis, mengingat DA masih berstatus pelajar dan kemungkinan mengalami tekanan psikologis yang berat.
 
 
Ditambahkan Iptu Luk Luk Il Maqnun, Kepolisian akan berkoordinasi dengan psikolog  guna memberikan pendampingan.

“Kami (Polri) memastikan akan menindaklanjuti kasus ini secara objektif, transparan, dan tetap mengedepankan aspek keadilan bagi semua pihak,” tutup Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X