REPORTASENTT.COM, LOMBOK BARATA- Suasana di Dusun Bangket Dalam Muhajirin, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, mendadak geger.
Seorang buruh tani menemukan sosok tubuh tergeletak di sawah, Kamis (10/7/2025) malam.
Awalnya disangka boneka jerami, ternyata itu adalah jas4d seorang pria lanjut usia.
Baca Juga: Guru SD di NTT Diduga Cabuli 24 Siswa, Praperadilan Ditolak Hakim!
Korban diketahui berinisial BT (68), warga setempat yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak dua hari lalu.
“Saksi melihat tubuh telungkup di sawah dan setelah didekati ternyata korban sudah tidak bernyawa serta dalam kondisi membengkak,” kata Kapolsek Kediri, AKP Jahyadi Sibawaih dalam keterangan resminya, Jumat (11/7/2025).
Penemuan mengejutkan itu pertama kali dilaporkan oleh Inak IS (50), seorang buruh tani yang sedang memeriksa sawahnya sekitar pukul 17.30 WITA.
Korban diketahui berinisial BT (68), warga setempat yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak dua hari lalu.
“Saksi melihat tubuh telungkup di sawah dan setelah didekati ternyata korban sudah tidak bernyawa serta dalam kondisi membengkak,” kata Kapolsek Kediri, AKP Jahyadi Sibawaih dalam keterangan resminya, Jumat (11/7/2025).
Penemuan mengejutkan itu pertama kali dilaporkan oleh Inak IS (50), seorang buruh tani yang sedang memeriksa sawahnya sekitar pukul 17.30 WITA.
Ia sontak panik dan langsung memberitahu warga serta aparat desa.
Tak lama berselang, personel dari Polsek Kediri tiba di lokasi dan langsung memasang garis polisi.
Tak lama berselang, personel dari Polsek Kediri tiba di lokasi dan langsung memasang garis polisi.
Tim Inafis Polres Lombok Barat juga dikerahkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal terhadap jasad korban.
Baca Juga: Janji Urus Tanah dan Lobi Hakim, Oknum Pengacara di Larantuka Dipolisikan
“Dari hasil visum luar yang dilakukan di Puskesmas Kediri, diperkirakan korban sudah meninggal sekitar dua hari sebelumnya. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelas Jahyadi.
BT sendiri diketahui mengalami pikun dan terakhir terlihat keluar rumah pada Selasa pagi (8/7), sekitar pukul 04.00 WITA. Sejak saat itu, keluarga mencarinya dan sempat melapor bahwa BT hilang.
“Pihak keluarga meyakini ini murni musibah dan menolak dilakukan autopsi. Mereka juga sudah membuat berita acara penolakan secara resmi,” tambahnya.
“Dari hasil visum luar yang dilakukan di Puskesmas Kediri, diperkirakan korban sudah meninggal sekitar dua hari sebelumnya. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelas Jahyadi.
BT sendiri diketahui mengalami pikun dan terakhir terlihat keluar rumah pada Selasa pagi (8/7), sekitar pukul 04.00 WITA. Sejak saat itu, keluarga mencarinya dan sempat melapor bahwa BT hilang.
“Pihak keluarga meyakini ini murni musibah dan menolak dilakukan autopsi. Mereka juga sudah membuat berita acara penolakan secara resmi,” tambahnya.
Baca Juga: Ratusan Botol Miras Diselundupkan Lewat Kapal Laut, Polisi Bongkar Modus di Pelabuhan Tenau
Jenazah langsung dimakamkan malam itu juga di pemakaman umum desa sekitar pukul 21.40 WITA menggunakan ambulans Puskesmas Kediri.
Polisi memastikan tidak ada unsur pidana dalam peristiwa ini. Meski begitu, kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat.
“Kami mengimbau warga agar lebih memperhatikan orang tua yang mengalami pikun atau demensia. Bila perlu pasang identitas atau alat pelacak agar mereka tidak tersesat atau hilang,” tutup Kapolsek Kediri.
Jenazah langsung dimakamkan malam itu juga di pemakaman umum desa sekitar pukul 21.40 WITA menggunakan ambulans Puskesmas Kediri.
Polisi memastikan tidak ada unsur pidana dalam peristiwa ini. Meski begitu, kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat.
“Kami mengimbau warga agar lebih memperhatikan orang tua yang mengalami pikun atau demensia. Bila perlu pasang identitas atau alat pelacak agar mereka tidak tersesat atau hilang,” tutup Kapolsek Kediri.