REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Jejak itu bermula dari kehilangan sepeda motor di sebuah pesta minuman keras di Larantuka. Malam yang semula biasa berubah menjadi pintu masuk ke jaringan yang lebih gelap.
Y, inisial yang disamarkan, kehilangan motornya, lalu mendapatkannya kembali melalui bantuan aparat Polres Flores Timur. Peristiwa itu mengubah arah hidupnya.
Y, pria bertubuh kurus, bertato di tangan, berkulit gelap, berasal dari Desa Kiwang One, anak almarhum T, kemudian masuk dalam lingkaran aparat.
Baca Juga: Gubernur NTT Tekankan Kualitas, 32 Ruas Jalan Strategis Ditangani Sepanjang 2025
Sejak saat itu, ia diduga menjalankan peran baru sebagai informan. Ia bergerak masuk ke jejaring peredaran narkotika di wilayah Kelubagolit dan Ile Boleng.
Operasi berlangsung rapi, menyasar kelompok rentan: pelajar. Sejumlah anak sekolah berakhir di Rumah Tahanan Larantuka, menjadi wajah dari rantai yang lebih panjang.
Pengamatan lapangan beberapa hari lalu menemukan simpul lain. Sebuah kafe yang beririsan dengan lingkungan Rutan Flores Timur menjadi titik temu.
Baca Juga: Dana Nasabah Rp7 Miliar Dikembalikan, OJK Kawal Penuntasan Kasus BNI Aek Nabara