REPORTASENTT.COM- Ratusan orang dilaporkan bentrok dengan polisi di barat daya Sydney, negara Australia pada Senin malam, setelah seorang pemimpin terkemuka Kristen Ortodoks ditikam di altar gerejanya.
Uskup Mar Mari Emmanuel sedang mengadakan misa di Asiria di Wakeley tepat setelah jam 7 malam ketika seorang pria mendekatinya di altar dan diduga menikam kepalanya beberapa kali.
Tiga jamaah juga terluka dalam dugaan serangan itu.
Siaran langsung dari misa tersebut menunjukkan jemaah mengerumuni Emmanuel, yang memperoleh banyak pengikut online selama pandemi Covid, sebelum rekamannya dipotong.
Petugas yang bertugas di komando area polisi Fairfield menghadiri gereja di Welcome Street, Wakeley dan seorang pria ditangkap dan ditahan.
Namun, ada laporan bahwa kerumunan besar yang terdiri dari beberapa ratus orang yang berkumpul di luar gereja bentrok dengan polisi saat mereka memprotes penikaman tersebut.
Namun, ada laporan bahwa kerumunan besar yang terdiri dari beberapa ratus orang yang berkumpul di luar gereja bentrok dengan polisi saat mereka memprotes penikaman tersebut.
“Respon besar-besaran dari polisi sedang dilakukan. Berbagai sumber daya polisi dari sejumlah komando dan unit spesialis hadir," kata Kepolisian NSW pada Senin malam.
Orang-orang yang menderita luka yang tidak mengancam jiwa dan dirawat oleh paramedis ambulans NSW.
Ambulans NSW mengatakan mereka dipanggil ke gereja sekitar pukul 19.15 dan mengirim tim paramedis ke tempat kejadian.
Ambulans NSW mengatakan mereka dipanggil ke gereja sekitar pukul 19.15 dan mengirim tim paramedis ke tempat kejadian.
Baca Juga: Diserang Iran, Pasukan Israel Masih Pertimbangkan untuk Bertindak
Seorang juru bicara mengatakan mereka telah merawat seorang pria berusia 50-an karena beberapa luka sebelum membawanya ke rumah sakit Liverpool.
Seorang pria berusia 30-an juga dirawat karena luka sayatan dan dibawa ke rumah sakit.
Seorang pria berusia 20-an dirawat karena luka di tangannya dan seorang pria berusia 60 an dirawat karena luka robek di lengannya di tempat kejadian.
Seorang juru bicara mengatakan mereka telah merawat seorang pria berusia 50-an karena beberapa luka sebelum membawanya ke rumah sakit Liverpool.
Seorang pria berusia 30-an juga dirawat karena luka sayatan dan dibawa ke rumah sakit.
Seorang pria berusia 20-an dirawat karena luka di tangannya dan seorang pria berusia 60 an dirawat karena luka robek di lengannya di tempat kejadian.
Baca Juga: Mantan Wakil Presiden Ekuador yang Ditangkap Dibawa ke Rumah Sakit
Polisi NSW mendesak masyarakat untuk menghindari daerah tersebut sementara Perdana Menteri negara bagian Chris Minns juga mendesak masyarakat untuk tetap tenang.
“Pemandangan yang meresahkan malam ini di Wakeley malam ini,” katanya dalam sebuah postingan di X.
Polisi NSW mendesak masyarakat untuk menghindari daerah tersebut sementara Perdana Menteri negara bagian Chris Minns juga mendesak masyarakat untuk tetap tenang.
“Pemandangan yang meresahkan malam ini di Wakeley malam ini,” katanya dalam sebuah postingan di X.
“Pikiran dan doa saya bersama para korban dan petugas pertolongan pertama yang berupaya menjaga kita tetap aman," dilansir dari theguardian.
Baca Juga: Nasib Media Al Jazeera Ditengah Ancaman Keamanan Saat Israel Sahkan UU Baru, Jubir Gedung Putih Angkat Bicara
Mereka menghimbau penting bagi masyarakat untuk tetap tenang dan terus mendengarkan serta bertindak sesuai arahan Polisi dan Layanan Darurat.
Mereka menghimbau penting bagi masyarakat untuk tetap tenang dan terus mendengarkan serta bertindak sesuai arahan Polisi dan Layanan Darurat.