REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam sebuah acara yang dihadiri oleh pejabat tinggi negara dan pelaku ekonomi nasional.
Pembentukan badan ini bertujuan mengelola aset negara senilai lebih dari $900 miliar guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen per tahun.
Danantara dirancang dengan model yang menyerupai Temasek Holdings di Singapura.
Baca Juga: Kapolres Ende Ditemui Mahasiswa Muhammadiyah, Ada Pesan Penting yang Disampaikannya!
Aset yang akan dikelola Danantara mencakup kepemilikan pemerintah di berbagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk sektor perbankan seperti Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI).
Namun, peluncuran Danantara menuai reaksi beragam di masyarakat.
Di media sosial, muncul seruan yang mengajak nasabah menarik dana mereka dari bank-bank BUMN.
Baca Juga: Vatikan Angkat Suara! Klarifikasi Foto Editan Paus dengan Masker Oksigen, Hoaks!
Ajakan ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa dana simpanan masyarakat akan digunakan sebagai modal bagi Danantara.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, berbagai pihak memberikan klarifikasi:
- Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara, menyamapaikan, modal badan investasi ini tidak bersumber dari dana nasabah di bank-bank BUMN.
Baca Juga: Paus Fransiskus dalam Kondisi Kritis: Berjuang Melawan Krisis Pernapasan dan Anemia
Ia memastikan bahwa simpanan masyarakat tetap aman dan tidak akan dialihkan ke Danantara.