REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Pemerintah Indonesia resmi menerapkan mekanisme baru dalam penyaluran tunjangan bagi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah.
Mulai Maret 2025, tunjangan tersebut akan langsung ditransfer dari pemerintah pusat ke rekening masing-masing guru, tanpa melalui pemerintah daerah.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan kebijakan ini dalam sebuah acara yang digelar di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta.
Baca Juga: Polres Flores Timur dan Pewarta Flotim Berbagi Takjil: Harmoni Kepedulian di Bulan Ramadan
Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketidakefisienan dalam penyaluran tunjangan serta memastikan bahwa para guru menerima hak mereka tepat waktu.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyatakan bahwa seluruh regulasi terkait mekanisme baru ini telah diselesaikan.
Saat ini kata Abdul, pemerintah sedang melakukan pendataan rekening para guru guna memastikan kelancaran proses transfer. Pencairan tunjangan pertama dijadwalkan mulai dilakukan pada 21 Maret 2025.
Baca Juga: Mutasi Pejabat di Polda NTT: Kapolres Flores Timur Berganti
"Diterapkannya sistem baru ini, berharap penyaluran tunjangan guru menjadi lebih efisien, transparan, dan tepat waktu," katanya
Kebijakan ini tambah dia, dapat meningkatkan kesejahteraan guru serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Sementara itu, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, dalam unggahannya di Instagram yang dikutip oleh media ini, menegaskan pentingnya kebijakan ini.
Baca Juga: Bupati Anton Doni Dihen Apresiasi Pemuda Katolik Flotim: Motor Penggerak Pembangunan Daerah
"Semoga percepatan penyaluran tunjangan ini akan meningkatkan kesejahteraan para guru dan menumbuhkan semangat dalam menunaikan tugas mencerdaskan bangsa," tulis Sri Mulyani.