Rencananya, jenazah akan diterbangkan ke Kupang pada Sabtu, 5 April 2025, dan akan dimakamkan di Katedral Kupang pada Selasa, 8 April 2025.
Banyak umat Katolik yang telah memadati Katedral Jakarta untuk memberikan penghormatan terakhir, menyalakan lilin, dan berdoa bersama bagi jiwa almarhum.
Baca Juga: Remaja 19 Tahun di Kupang Nekat Mencuri, Hasilnya Bikin Geleng- geleng!
Tangis haru dan doa-doa dipanjatkan, mengenang sosok yang selama ini telah memberikan hidupnya untuk Gereja dan umat.
Kenangan Seorang Gembala
Mgr. Petrus Turang lahir di Minahasa, Sulawesi Utara, pada 23 Februari 1947. Ia ditahbiskan sebagai imam pada 8 Desember 1974 dan kemudian menerima tahbisan episkopal sebagai Uskup Keuskupan Agung Kupang pada 27 Juli 1997 dari Mgr. Julius Kardinal Darmaatmadja, S.J.
Sepanjang hidupnya, Mgr. Petrus dikenal sebagai sosok yang lemah lembut, penuh hikmat, dan tak kenal lelah dalam melayani umat.
Bahkan di usia senjanya, ia tetap aktif dalam berbagai kegiatan pastoral.
Baca Juga: Geger! Gus Fuad Plered Diduga Hina Ulama Habib Idrus Bin Salim Al Jufrie, Kecaman Mengalir Deras!
Sebagai momen yang penuh kenangan, pada 18 Desember 2024, Mgr. Petrus baru saja merayakan 50 tahun imamatnya dalam Misa Syukur yang diadakan di Emmanuel Amphitheater Catholic Youth Center Lotta, Minahasa.
Ribuan umat menghadiri perayaan itu, tanpa menyangka bahwa itu akan menjadi salah satu perayaan terakhir yang dipimpinnya.
Selamat Jalan, Gembala yang Baik
Kepergian Mgr. Petrus Turang meninggalkan duka yang begitu dalam.
Namun, warisan kasih dan pengabdiannya akan tetap hidup dalam hati umat yang pernah ia layani.
Gereja Katolik Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya, tetapi surga menyambut seorang gembala yang telah menyelesaikan tugasnya di dunia.