nasional

BNPB Percepat Penanganan Dampak Erupsi Lewotobi, Huntap Jadi Prioritas

Sabtu, 24 Mei 2025 | 19:13 WIB
Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M, saat menyapa warga pengungsian. (Foto BNPB.)

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mempercepat penanganan dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki- laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa pembangunan hunian tetap (huntap) menjadi prioritas utama dalam upaya relokasi masyarakat terdampak secara aman, layak, dan berkelanjutan.

Dalam kunjungannya ke Pos Lapangan Konga, Suharyanto berdialog langsung dengan masyarakat terdampak, didampingi Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur.

Baca Juga: Wamenpar Tegas, Stop Pungli di Destinasi Wisata! Kasus Ratenggaro Jadi Evaluasi Nasional

Ia menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen mengakhiri masa tinggal masyarakat di pos pengungsian dengan mempercepat penyediaan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap.

“Huntara tahap I dan II sudah selesai, dan saat ini kita percepat tahap III. Dalam waktu dekat, tidak ada lagi warga yang tinggal di pos pengungsian,” ujar Suharyanto, Sabtu (24/5).

Suharyanto mengatakan huntara hanya solusi jangka pendek.

Baca Juga: Sius Djobo Soroti Rangkap Jabatan ASN sebagai PPK di Alor, Nilai Rawan Konflik Kepentingan

Fokus utama adalah kata dia, pembangunan huntap di kawasan Noboleto yang akan dimulai pekan depan dengan pembersihan lahan.

Targetnya, 500 unit rumah akan dibangun di lokasi tersebut dengan dukungan dari Kementerian PUPR, Kementerian Perumahan, TNI/Polri, dan masyarakat lokal.

“Setelah Noboleto, lokasi lain akan dibangun sesuai kesepakatan bersama pemerintah daerah dan masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga: Anggota DPR Soroti 375 Siswa SMP di Buleleng Tak Bisa Baca Tulis, Desak Evaluasi Nasional Pendidikan Dasar

Selain pembangunan terpusat, BNPB juga membuka opsi relokasi mandiri, di mana masyarakat dapat mengajukan lahan pribadi yang akan difasilitasi pembangunannya oleh pemerintah pusat.

Sebagai referensi, masyarakat dapat melihat Rumah Contoh RIKSA (Rumah Instan Kuat Sehat Aman) yang telah dibangun di Larantuka.

“Semua warga terdampak, baik yang di pos lapangan, tinggal bersama kerabat, atau di huntara, akan mendapat perhatian dan dukungan penuh dari pemerintah. Yang terpenting, mereka tidak tinggal di zona merah,” tegasnya.

Baca Juga: Kapolda NTT Diganti, Irjen Daniel Silitonga Naik Kelas Jadi Kasespim, Tugas dan Fungsinya Ternyata Mengejutkan

Sebagai bentuk dukungan langsung, BNPB menyerahkan 500 paket sembako dan 500 paket makanan tambahan kepada warga.

Halaman:

Tags

Terkini