nasional

Di Tengah Konflik Gaza, Ahmad Heryawan Dukung Penundaan Pasukan dan Dorong Evaluasi Peran Indonesia

Minggu, 22 Maret 2026 | 22:16 WIB
Ahmad Heryawan saat memberikan keterangan terkait konflik Gaza di Jakarta, menyoroti pentingnya diplomasi kemanusiaan, mekanisme PBB, serta evaluasi peran Indonesia ke depan. (Foto Oji/Karisma)

 

REPORTASENTT.COM, JAKARTA-  Anggota DPR RI Ahmad Heryawan mendukung langkah pemerintah menunda rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza. Ia menilai jalur melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lebih terukur dan memiliki legitimasi internasional.

Menurut dia, kondisi di Gaza masih dinamis dan berisiko tinggi, sehingga kebijakan strategis perlu diambil dengan kehati-hatian, terutama terkait keselamatan personel dan kedaulatan negara lain.

Dalam pernyataan tertulis yang dikutip Parlementaria, Minggu (22/3/2026), Heryawan mengatakan keputusan penundaan merupakan pilihan yang tepat.

 

Baca Juga: Penganiayaan di Kupang Terkuak: Pelaku Ngamuk karena Cinta Tak Berbalas

 

“Kita perlu memastikan keterlibatan Indonesia berada dalam kerangka hukum internasional yang jelas melalui mandat resmi PBB,” katanya.

Politisi Fraksi PKS itu juga menilai selama ini kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia berjalan sesuai prinsip politik luar negeri bebas aktif dan orientasi pada perdamaian global.

Ia menyebut mekanisme PBB sebagai jalur yang efektif agar peran Indonesia mendapat pengakuan internasional.

 

Baca Juga: Tradisi dan Budaya Berpadu, Halalbihalal Desa Terong Dimeriahkan Tarian Hedung


Heryawan menambahkan, selain pengiriman pasukan, diplomasi kemanusiaan perlu diperkuat untuk mendorong gencatan senjata permanen dan penyelesaian konflik secara damai.

“Indonesia dapat memperluas dukungan kemanusiaan dan aktif di forum internasional untuk mendorong solusi yang adil,” ucapnya.

Ia juga mendorong pemerintah terus berkoordinasi dengan negara sahabat dan lembaga internasional agar setiap langkah memberi dampak positif bagi perdamaian di Gaza.

Baca Juga: Viral di Medsos, Alumni Protes ke Presiden Prabowo Subianto karena Sekolahnya Baru Bagus Setelah Lulus

 

Di sisi lain, ia menilai perlu ada peninjauan terhadap keberadaan Indonesia dalam BOP bila tidak memiliki arah tegas dalam menjamin kemerdekaan Palestina.

“Jika BOP tidak menunjukkan sikap yang jelas, posisi Indonesia perlu dievaluasi sesuai prinsip bebas aktif,” kata Heryawan.

Halaman:

Tags

Terkini