nasional

Sudaryono Gantikan Nanik S Deyang di BGN, Janjikan Transparansi dan Berantas Penyimpangan

Kamis, 23 Juli 2026 | 07:11 WIB
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari bersama Trenggono memperkenalkan lima pejabat tinggi madya baru kepada wartawan di kantor BGN, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026). (Foto BGN)

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S Deyang di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Pergantian kepemimpinan dilakukan setelah Nanik mengundurkan diri untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri.

Usai pelantikan, Sudaryono menyebut jabatan yang diembannya merupakan tanggung jawab besar mengingat BGN menjadi pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Ini amanah besar bagi saya karena Program Makan Bergizi Gratis merupakan program besar dan menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka," kata Sudaryono kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

 

 

Baca Juga: Hari Kedelapan Hilang, Polisi Sisir Gudang dan Rumah Warga Cari Maria Oktavania di Sikka



Sudaryono memastikan tidak memiliki keterkaitan dengan pengelolaan dapur MBG maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia juga menyebut tidak ada anggota keluarganya yang terlibat dalam operasional dapur program tersebut.

"Enggak ada. Saya tidak punya SPPG, saya tidak punya dapur, dan tidak ada keluarga saya yang punya dapur maupun SPPG," katanya.

Selain itu, Sudaryono menargetkan pembenahan tata kelola BGN dengan memperkuat transparansi dan pengawasan guna mencegah penyimpangan dalam pelaksanaan program.

 

Baca Juga: Dua Penimbun Solar Subsidi di NTT Masuk Tahap Penuntutan, Modus Barcode hingga Mobil Bertangki Modifikasi Terbongkar



"Sebagai kepala, saya akan bekerja keras memperbaiki hal-hal yang memang harus diperbaiki. Yang tidak transparan harus dibuat transparan," ujarnya.

Ia menilai digitalisasi menjadi langkah penting agar seluruh proses administrasi dan pelaksanaan program dapat terdokumentasi secara terbuka.

"Yang selama ini manual harus beralih ke sistem digital sehingga semuanya memiliki rekam jejak. Tidak boleh lagi ada proses yang sembunyi-sembunyi, semuanya harus terang-benderang," tutur Sudaryono.

 

Baca Juga: Wakapolda NTT Turun ke Adonara Timur, Dorong Rekonsiliasi Akhiri Konflik Bele dan Lewonara



Menurut Sudaryono, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak ekonomi melalui penyerapan hasil pertanian, peternakan, dan komoditas pangan lokal.

Dengan anggaran yang bersumber dari APBN, perputaran dana diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Di akhir penyampaiannya, Sudaryono mengajak seluruh jajaran BGN, mitra pelaksana, dan masyarakat mendukung pelaksanaan program tersebut.

 

 

Halaman:

Tags

Terkini