REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas menerima audiensi dari Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati, di Jakarta, Jumat (15/03).
Pertemuan ini membahas penguatan kelembagaan KPAI sebagai lembaga independen perlindungan terhadap anak.
“Kami memahami urgensi dari penanganan kekerasan terhadap anak ini. Tentu perlu adanya integrasi dalam perlindungan maupun penanganan kekerasan terhadap anak, mulai dari kepolisian, kejaksaan, dan instansi terkait lainnya,” ujar Menteri Anas, dilansir situs resmi PANRB.
Baca Juga: Daripada Urus Pengeras Suara, Menag Disarankan Buat Program Tingkatkan Kualitas Ibadah Ramadan
Urgensi tersebut dirasa perlu dilakukan mengingat terdapat 17.000 laporan kekerasan terhadap anak dalam setahun yang disampaikan oleh KPAI.
Urgensi tersebut dirasa perlu dilakukan mengingat terdapat 17.000 laporan kekerasan terhadap anak dalam setahun yang disampaikan oleh KPAI.
Sementara di setiap jam, setidaknya 1-2 anak mengalami kekerasan.
Tak hanya itu, 60 persen laporan tersebut adalah kekerasan seksual dimana pelaku utamanya adalah keluarga dan orang-orang terdekat sang anak.
Baca Juga: Puluhan Ribu Pil Ekstasi Berhasil Diamankan TNI AL di Tarakan, Hendak Selundupkan ke Tanjung Selor
Hal ini membuat akhirnya laporan tersebut dicabut sehingga penanganan kejahatan tersebut tidak maksimal.
Ketua KPAI Ai Maryati menyebutkan pengawasan dan perlindungan anak yang menjadi landasan lembaga ini merupakan bagian dari melindungi aset bangsa.
Ketua KPAI Ai Maryati menyebutkan pengawasan dan perlindungan anak yang menjadi landasan lembaga ini merupakan bagian dari melindungi aset bangsa.
Oleh karena itu, diperlukan keseriusan dalam mengawasi perlindungan terhadap anak-anak Indonesia.
Baca Juga: Pasang Jaring Ikan, ABK Kapal Asal Aceh Ditemukan Meninggal Dunia di Periaran Ende
“Pengawasan dan perlindungan anak jadi satu sistem bernegara. Ingat, satu anak, satu hak, satu perlindungan. Dan anak-anak kita merupakan investasi di masa yang akan datang dimana mereka menjadi penerima manfaat atas pembangunan yang kini kita lakukan,” pungkasnya.
“Pengawasan dan perlindungan anak jadi satu sistem bernegara. Ingat, satu anak, satu hak, satu perlindungan. Dan anak-anak kita merupakan investasi di masa yang akan datang dimana mereka menjadi penerima manfaat atas pembangunan yang kini kita lakukan,” pungkasnya.