nasional

Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado Ditutup Akibat Abu Vulkanik Gunung Ruang

Sabtu, 20 April 2024 | 19:13 WIB
Foto : Aktivitas G. Ruang dinaikkan dari Level III (SIAGA) menjadi Level IV (AWAS) terhitung mulai tanggal 17 April 2024 pukul 21.00 WITA. (Foto BPBD Kabupaten Sitaro)
 
REPORTASENTT.COM, MANADO- Otoritas bandar udara (bandara) Bandara Internasional Sam Ratulangi di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, telah menerbitkan notifikasi penutupan bandara akibat dampak abu vulkanik Gunung Ruang.
 
Penutupan sementara waktu bandara ini dilakukan karena abu vulkanik masih mengganggu wilayah udara hingga hari ini, Jumat (19/4).
 
Kondisi ini  berdampak pada keamanan dan keselamatan penerbangan penerbangan.
 
Baca Juga: Letusan Gunung Api Ruang di Sulawesi Utara, Picu Ketakutan Akan Tsunami
 
Untuk diketahui, Bandara Internasional Sam Ratulangi  berjarak sekitar 95 km dari Gunung Ruang.
 
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memonitor penutupan bandara diperpanjang hingga hari ini, Jumat (19/4), pukul 06.00 – 18.00 Wita. 

Distribusi abu vulkanik Gunung Ruang terpantau hingga Kabupaten Minahasa Utara pada Kamis kemarin (18/4). Sejumlah wilayah kecamatan terdampak abu vulkanik, di antaranya Kecamatan Likupang Barat, Wori, Likupang Timur dan Likupang Selatan.
 
Baca Juga: Sah, Agus Boli Mendaftar di DPC Partai Demokrat Flores Timur
 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Utara mengimbau warga untuk menggunakan masker dan tetap tenang, khususnya dalam menyikapi informasi hoaks.

Perkembangan informasi pada Kamis malam (18/4), pukul 23.00 WIB, BNPB memantau Pelabuhan Tagulandang saat ini dioperasikan untuk mobilisasi evakuasi dan pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak.
 
Pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) telah mengaktifkan pos komando yang berada di Desa Apengsala. Des aini berjarak 15 km dari Gunung Ruang. 
 
Baca Juga: Amicus Curiae Terus Bergulir dari Masyarakat Secara Kelompok Maupun Perorangan ke MK

Pascaerupsi eksplosif, jaringan listrik dan komunikasi lumpuh di Kampung Laing Patehi yang berada di Pulau Ruang. Sedangkan di Desa Lumbo di Pulau Tagulandang, kondisi jaringan komunikasi tidak berfungsi secara optimal. 

Pengungsian yang telah didata BPBD berada di Pulau Tagulandang berjumlah 272 KK atau 838 jiwa. Mereka yang berasal dari Desa Laingpatehi berjumlah 166 KK (506 jiwa) dan Desa Pumpente 106 KK (332 jiwa). 

Sementara itu, evakuasi warga juga dilakukan pada masyarakat yang berada di Pulau Tagulandang, khususnya di sisi barat yang berhadapan dengan Pulau Ruang. Pendataan masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah, dengan data sementara berjumlah 6.045 jiwa. Mereka berasal dari Kelurahan Bahoi dan Kelurahan Balehumara. 
 
Baca Juga: Internasional HDCM RI-RRT di Labuan Bajo, Ratusan Personil TNI dan Polri Disiapkan

Berdasarkan dasbor sistem informasi pemantauan gunung api, Gunung Ruang terlihat jelas hingga tertutup kabut pada hari ini (19/4). Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak gunung. Cuaca berawan, angin lemah ke arah selatan. 

Otoritas kegunungapian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), telah menetapkan status aktivitas vulkanik Gunung Ruang pada level tertinggi atau IV (Awas) pada 17 April 2024, pukul 21.00 Wita. 

Rekomendasi pada level tersebut di antaranya:
 
Baca Juga: Berusaha Menyerang Pos TNI, Anggota OPM Pimpinan Egianus Kogoya Dilumpuhkan
 
1.  masyarakat di sekitar Gunung Ruang dan pengunjung/wisatawan agar tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 6 km dari pusat kawah aktif gunung.
 
2.  masyarakat yang bermukim pada wilayah Pulau Tagulandang yang masuk dalam radius 6 km agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius 6 km.
 
3. masyarakat di Pulau Tagulandang, khususnya yang bermukim di dekat pantai, agar mewaspadai potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas (surge), dan tsunami yang disebabkan oleh runtuhan tubuh gunungapi ke dalam laut.
 
Baca Juga: Kebakaran di Mampang Telah Dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati, Tujuh Korban Meninggal Dunia
 
4. masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan masker, untuk menghindari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernafasan.

Tags

Terkini