PVMBG Rilis Jarak Rekomendasi Gunung Api Ile Lewotolok

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Senin, 26 Februari 2024 | 07:40 WIB
Gunung Lewotolok saat mengeluarkan lava pijar. (Foto. PVMBG)
Gunung Lewotolok saat mengeluarkan lava pijar. (Foto. PVMBG)

REPORTASENTT.COM, LEMBATA Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis rekomendasi Gunung api Ile Lewotolok.

Dalam press releasenya, Gunung api Ile Lewotolok secara administratif masuk ke dalam wilayah Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Posisi geografis puncak G. Ili Lewotolok berada pada 123° 30' 18" BT dan 8° 16' 18" LS dengan ketinggian 1423 m di atas permukaan laut. Pos Pengamatan Gunung api Ile Lewotolok terdapat di Desa Laranwutun, Kecamatan Ili Ape pada koordinat 123o 28' 27,40" BT dan 8o 19' 07,60" LS.

Berdasarkan klasifikasi gunungapi di Indonesia, Gumung Lewotolok yang terdapat di bagian utara daratan Pulau Lembata (Lomblen) merupakan gunungapi strato tipe A yang aktivitasnya tercatat sejak tahun 1660. Erupsi yang terjadi di kawah pusat pada Oktober 1852 merupakan erupsi yang merusak daerah sekitarnya serta erupsi yang menghasilkan kawah baru (K2) dan tembusan-tembusan solfatara di bagian lereng timur dari kerucut.

Baca Juga: Gunung Lewotolok di Lembata Erupsi, PVMBG Perluas Radius Aman

Periode erupsi Gunung Lewotolok diawali dengan erupsi pertama pada 27 November 2020 yang menghasilkan tinggi kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak berwarna kelabu hingga hitam. Kemudian disusul erupsi kedua (utama) pada 29 November 2020 yang menghasilkan tinggi kolom abu lebih dari 4000 meter di atas puncak berwarna kelabu hingga hitam. Erupsi/letusan masih tetap berlangsung hingga saat ini, berfluktuasi. Demikian juga dengan tingkat aktivitas gunung Lewotolok yang mengalami beberapa kali peningkatan atau penurunan. Hingga saat ini Tingkat Aktivitas Ile Lewotolok masih berada pada Level II (Waspada) sejak 15 Oktober 2023.

Perkembangan aktivitas gunung api Ile Lewotolok Lewotolok terkini adalah sebagai berikut:

• Periode pengamatan 16 – 23 Februari 2024, secara visual teramati asap berwarna putih dan kelabu dari kawah utama, intensitas sedang hingga tebal dengan tinggi 25 – 700 meter dari puncak. Teramati erupsi/letusan dengan tinggi 200 – 1000 meter dari puncak, kolom abu letusan berwarna putih hingga kelabu. Teramati guguran, namun jarak dan arah luncuran tidak teramati.

• Dalam periode yang sama, terekam 60 kali gempa Letusan/Erupsi, 17 kali gempa Guguran, 2562 kali gempa Hembusan, 65 kali Tremor Non Harmonik, 31 kali gempa Hybrid, 2 kali gempa Vulkanik Dangkal, 2 kali gempa Vulkanik Dalam, 3 kali gempa Tektonik Lokal, 3 kali gempa Tektonik Jauh, dan 1 kali Tremor menerus.

Baca Juga: Pemilu Damai, Karoops Polda NTT Apresiasi Anggota BKO

• Energi seismik secara umum masih berfluktuasi namun kecenderungan naik. Gempa-gempa Vulkanik yang terekam berada di bawah G. Ili Lewotolok dengan kedalaman berkisar 1,5 – 5,5 km di bawah G. Ili Lewotolok.

• Pada tanggal 15 Februari 2023 teramati aliran lava baru kedua arah, ke arah selatan dan tenggara sejauh lk. 400 m dari pusat letusan/erupsi. Hingga tanggal 23 Februari 2024, aliran lava baru sudah mencapai jarak lk. 1 km ke arah tenggara dan 600 meter ke arah selatan.

• Sampai saat ini erupsi/letusan eksplosif masih tetap berlangsung dan menunjukkan peningkatan. Jangkauan lontaran lava (pijar) dominan masih di sekitar area kawah dan dapat menjangkau jarak sekitar 500 meter keluar dari kawah. Potensi ancaman bahaya dari lontaran lava/material pijar harus tetap diwaspadai yang sampai saat ini diperkirakan masih akan berada di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas Ile Lewotolok.

Baca Juga: Penyeberangan Galala- Namlea Terapkan Pembelian Tiket Online

Berdasarkan data pemantauan instrumental Ile Lewotolok terkini, aktivitas vulkanik Gunung Lewotolok masih cukup tinggi sehingga sehingga harus dilakukan perubahan jarak rekomendasi dalam tingkat aktivitas masih di Level II (Waspada):

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X