nasional

Kabid Humas Polda NTT Angkat Bicara Terkait dengan  Proses Rekrutmen 11 Casis Taruna Akpol Panda Polda NTT  

Sabtu, 6 Juli 2024 | 19:45 WIB
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Ariasandy. (Foto Dok. Polda NTT)
 
REPORTASENTT.COM, KUPANG- Proses perekrutan calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) asal panitia daerah Polda NTT Tahun 2024 menuai beragam komentar dan sorotan publik di media sosial.
 
Ramai nian ocehan, sindiran dan umpatan di media sosial dan WhatsApp grup.

Pasalnya dari 11 nama yang diumumkan, tak nampak nama marga asal NTT.
 
 Baca Juga: Soal 11 Casis Taruna Akpol Polda NTT,  Ombudsman NTT: Kami Tidak Dilibatkan Sejak Awal Sebagai Pengawas Eksternal Seleksi
 
Menangapi hal tersebut, Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Ariasandy menegaskan, proses rekrutmen dilakukan secara terbuka dan transparan sehingga lulusan SMA/SMK yang memenuhi syarat bisa mendaftar ke Polres.

Proses seleksi administrasi dilakukan secara berjenjang di tingkat Polres dan Panda Polda NTT.

"Selama pelaksanaan proses, semua tahapan diawasi secara ketat oleh pengawas internal (Itwasda dan Propam) serta pengawas eksternal dari berbagai kalangan seperti IDI, Himpsi, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Jurnalis, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemuda dan Olahraga, LLDikti, Bidang Meteorologi," kata Kombes Pol. Ariasandy, saat dihubungi ReportaseNTT.
 
 Baca Juga: Panen Hadiah Simpedes, BRI Cabang Larantuka Bagi-bagi Hadiah Bagi Nasabah
 
Setiap tahapan tes dilakukan tambah Kombes Pol. Ariasandy, secara transparan dengan sistem one day service dimana hasil hari itu langsung diumumkan.

"Ujian psikologi dan akademik dilakukan menggunakan sistem CAT menggunakan fasilitas lab komputer di sejumlah sekolah di Kota Kupang," katanya.

Ditambahkannya, seluruh hasil tes langsung ditayangkan dan ditanda tangani peserta serta pengawas.
 
 Baca Juga: Direksi BPJS Didesak Tingkatkan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan pada Pekerja Terdampak PHK
 
"Setiap habis pelaksanaan tes, peserta juga dipersilahkan mengisi survei kepuasan yang dilakukan secara terbuka," ungkapnya.

Panitia pun kata dia, tidak bisa mengubah hasil perolehan nilai karena sudah diolah dalam sistem dan peserta pun sudah mengetahui nilai setiap selesai tahapan pendaftaran.

"Penerimaan Akpol sudah melalui mekanisme yg sudah ada. Siapapun tdk ada yg bisa intervensi atau mempengaruhi hasil yg telah dilaksanakan oleh panitia dan diawasi oleh internal Polri maupun eksternal dari masyarakat, perwakilan orang tua dan akademisi," tutupnya.
 
Berikut testimoni calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) asal panitia daerah Polda NTT.
 

 

 

Tags

Terkini