Soal 11 Casis Taruna Akpol Polda NTT,  Ombudsman NTT: Kami Tidak Dilibatkan Sejak Awal Sebagai Pengawas Eksternal Seleksi

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Sabtu, 6 Juli 2024 | 18:37 WIB
Inilah 11 Casis Taruna Akpol Polda NTT Dinyatakan Lulus, Selanjutnya Akan Dikirim ke Mabes Polri (Foto Polda NTT)
Inilah 11 Casis Taruna Akpol Polda NTT Dinyatakan Lulus, Selanjutnya Akan Dikirim ke Mabes Polri (Foto Polda NTT)
 
REPORTASENTT.COM, KUPANG- Hari ini, ramai nian ocehan, sindiran dan umpatan di media sosial dan WhatsApp grup, yang diterima oleh Ombudsman Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT).
 
Hal ini dipicu oleh pengumuman nama-nama calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) asal panitia daerah Polda NTT Tahun 2024.
 
Pasalnya dari 11 nama yang diumumkan, tak nampak nama marga asal NTT.
 
 
"Saya pun ikut diserbu pesan via WA dan colekan di media sosial yang berisi protes dan meminta agar cek kembali apa yang terjadi dengan panitia daerah Polda NTT," kata Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi NTT Darius Beda Daton.
 
Hingga akhirnya, Darius pun mengakui membuat sebuah tulisan dengan Judul yang Ia ambil dari umpatan seseorang di media sosial, diksi baru untuk provinsi kita, NTT = Nusa Tempat Titip.
 
"Keren juga diksinya. Ada lagi postingan dengan judul unik, 'Naturalisasi bukan hanya di bola kaki tetapi juga calon taruna Akpol antar provinsi," demikian dikatakan Darius.
 
 
Terhadap banyak pertanyaan wartawan dan publik bahwa apakah telah terjadi nepotisme dalam seleksi taruna Akpol kali ini, Darius pun mengakui jika dirinya telah mencermati semua suara publik hari ini dan ikut prihatin.
 
"Saya juga telah meneruskan protes ini ke Irwasda Polda NTT. Apakah ada nepotisme atau tidak perlu dibuktikan lagi," katanya.
 
Ia pun menambahkan, bukankah semua warga negara boleh mengikuti seleksi seperti ini di seluruh Indonesia? Orang NTT boleh ikut seleksi taruna Akpol di provinsi lain, pun demikian sebaliknya.
 
 
Meski demikian, persepsi negatif publik NTT pun diakuinya tidak dapat dibendung.
 
Proses seleksi kali ini dianggap tidak memihak warga NTT karena tidak ada pertimbangan komposisi putera- putri daerah.
 
"Saya menjawab semua protes dan umpatan dengan pernyataan demikian; bahwa kami tidak dilibatkan sejak awal sebagai pengawas eksternal seleksi taruna Akpol Polda NTT tahun 2024 sehingga kurang mengikuti proses dan tahapan sejak awal sampai pengumuman kelulusan oleh panitia daerah," kata Darius.
 
 
Setahu dirinya, biasanya Biro SDM Polda NTT melibatkan pengawas internal dan eksternal dalam seleksi seperti ini agar transparan dan akuntabel.
 
"Hemat saya, ini bukan soal anak-anak NTT mampu atau tidak mampu bersaing, tetapi lebih kepada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, hal yang sering diucap Presiden Jokowi untuk membandingkan wilayah Barat dan Timur," ungkapnya.
 
Karena itu dikatakan Darius, memang harus ada afirmasi khusus untuk wilayah Timur.
 
 
"Tapi sudah lah panitia daerah tentu punya ukuran dan timbangan sebagaimana biasanya seleksi dilakukan,' katanya.
 
Ia hanya berharap suara-suara dari NTT terus bergaung dan didengar oleh Kapolri, sehingga hasil seleksi dapat ditinjau kembali.
 
"Utamanya untuk memenuhi syarat keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Semoga," tutupnya.
 
Mabes Polri memberikan alokasi kuota sebanyak 11 orang untuk Polda NTT
 
 
Kabag Dalpers Biro SDM Polda NTT, AKBP Sajimin, menjelaskan bahwa seleksi ini diikuti oleh 86 peserta, terdiri dari 70 pria dan enam wanita.
 
Setelah berbagai tahapan seleksi yang dimulai dari pemeriksaan administrasi hingga supervisi dari Mabes Polri, hanya 20 peserta yang berhasil melanjutkan ke tahap akhir, dengan rincian 17 pria dan 3 wanita.
 
Mabes Polri memberikan alokasi kuota sebanyak 11 orang untuk Polda NTT, yang terbagi menjadi lima orang dari kuota Mabes dan enam orang dari kuota reguler. 
 
Baca Juga: Gelapkan Dana Rp 1,3 Miliar, Ini Penampakan Eks Manajer Fuji Yang Ditahan Polisi

Para peserta yang dinyatakan lulus akan segera berangkat ke Akpol Semarang pada akhir pekan ini untuk mengikuti seleksi di tingkat Mabes selama tiga pekan, dari 7 Juli hingga 1 Agustus 2024. 

Mereka yang berhasil akan memulai pendidikan di Lemdik Akpol Semarang mulai 2 Agustus 2024 dengan durasi pendidikan selama 4 tahun.

Kapolda NTT, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, mengapresiasi perjalanan panjang para peserta sejak Maret 2024 dan menegaskan bahwa proses seleksi telah dilaksanakan sesuai standar ISO 9007 dengan transparansi yang tinggi.
 
Baca Juga: Eks Manajer Artis Fuji Ditangkap Polisi, Diduga Kasus Penggelapan Dana

Ia juga memberikan penghargaan kepada panitia seleksi dari Biro SDM Polda NTT atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas dengan jujur dan teliti, yang selalu diawasi oleh pengawas internal dan eksternal untuk memastikan integritas dan objektivitas proses.

"Saya tempatkan pengawas internal dan eksternal untuk mengawasi tahapan dan proses serta hasilnya sangat baik," tandas Kapolda NTT.

Bagi para calon taruna yang berhasil lolos, Kapolda NTT mengingatkan untuk tetap menjaga kesiapan fisik, mental, dan akademik mereka karena tantangan berikutnya di tingkat Mabes Polri menanti. 
 
Baca Juga: Patroli Lampu Biru Polsek Maulafa, Cegah Balap Liar dan Aksi Pencurian di Kota Kupang

Dia juga menekankan pentingnya untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan berharap agar semua Catar dari NTT dapat mengukir sukses di masa depan mereka.
 
"Jangan sia-siakan kesempatan. Saya tidak inginkan ada Catar yang kembali," tegas Kapolda NTT. 

Meskipun ada yang tidak berhasil lolos, Kapolda mengimbau agar mereka tetap semangat dan mempersiapkan diri untuk peluang lain yang akan datang. 
 
Baca Juga: Polisi Periksa Tenaga Kesehatan,  Terkait Kasus Meninggalnya Santriwati Asal Ende NTT di Ponpes Lobar

Dia menegaskan bahwa ini bukanlah kekalahan, melainkan sebatas keterbatasan kuota yang tersedia.
 
Dengan demikian, proses seleksi calon taruna Akpol di Polda NTT TA 2024 berjalan dengan baik, memberikan harapan bagi masa depan mereka dalam dinas kepolisian yang bertanggung jawab.

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X