REPORTASENTT.COM- Penyidik Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) memeriksa tenaga kesehatan yang berada di Lombok Timur.
Pemeriksaan itu dilakukan guna menangani kasus dugaan penganiayaan santriwati NI asal Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama S.E., S.I.K., di Mataram, Selasa (02/07), mengatakan bahwa pemeriksaan tersebut berlangsung pada hari ini di Lombok Timur.
Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama S.E., S.I.K., di Mataram, Selasa (02/07), mengatakan bahwa pemeriksaan tersebut berlangsung pada hari ini di Lombok Timur.
Baca Juga: Selamat, 11 Casis Taruna Akpol Polda NTT Dinyatakan Lulus, Selanjutnya Akan Dikirim ke Mabes Polri
“Jadi, tim yang berangkat ke Lombok Timur hari ini tujuannya untuk melakukan pemeriksaan terhadap tenaga kesehatan untuk minta penjelasan terkait dengan visum et repertum santriwati NI,” kata Kompol Yogi.
“Jadi, tim yang berangkat ke Lombok Timur hari ini tujuannya untuk melakukan pemeriksaan terhadap tenaga kesehatan untuk minta penjelasan terkait dengan visum et repertum santriwati NI,” kata Kompol Yogi.
Dijelaskan, adapun tenaga kesehatan yang diperiksa, kata Kompol Yogi, mulai dari klinik dr. Candra, Puskesmas Labuhan Haji, hingga RSUD dr. Raden Soedjono di Lombok Timur.
“Dari tiga lokasi tersebut, ada tujuh tenaga kesehatan yang kami (Polisi) lakukan pemeriksaan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Mataram.
“Dari tiga lokasi tersebut, ada tujuh tenaga kesehatan yang kami (Polisi) lakukan pemeriksaan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Mataram.
Baca Juga: Tangani Laporan terkait Pilkada 2024, Bawaslu RI Minta Jajarannya Pahami Regulasi
Pejabat Utama Polresta Mataram itu menerangkan bahwa tiga fasilitas kesehatan tersebut tercatat sebagai lokasi yang pernah memberikan penanganan medis terhadap santriwati NI sebelum akhirnya meninggal pada Sabtu pagi (29/6) di RSUD dr. Raden Soedjono Lombok Timur.
“Termasuk penjelasan dari tenaga medis RSUD dr. Raden Soedjono. Di sana sudah ada kami lihat keterangan hasil visum yang naik ke media. Kami ingin dapat gambaran jelasnya,” ucap Kasat Reskrim Polresta Mataram.
Selain tujuh tenaga kesehatan, lanjut dia, penyidik dalam agenda di Lombok Timur juga memeriksa tiga warga, salah satunya orang tua dari rekan santriwati NI yang kali pertama memfasilitasi santriwati NI masuk rumah sakit.
Pejabat Utama Polresta Mataram itu menerangkan bahwa tiga fasilitas kesehatan tersebut tercatat sebagai lokasi yang pernah memberikan penanganan medis terhadap santriwati NI sebelum akhirnya meninggal pada Sabtu pagi (29/6) di RSUD dr. Raden Soedjono Lombok Timur.
“Termasuk penjelasan dari tenaga medis RSUD dr. Raden Soedjono. Di sana sudah ada kami lihat keterangan hasil visum yang naik ke media. Kami ingin dapat gambaran jelasnya,” ucap Kasat Reskrim Polresta Mataram.
Selain tujuh tenaga kesehatan, lanjut dia, penyidik dalam agenda di Lombok Timur juga memeriksa tiga warga, salah satunya orang tua dari rekan santriwati NI yang kali pertama memfasilitasi santriwati NI masuk rumah sakit.
Baca Juga: Dibedah Oleh Kapolres Joni Mahardika, Rasa Haru Rahmawati Saat Menerima Kunci Rumahnya yang Baru
“Jadi, ada 10 saksi yang diperiksa pada hari ini di Lombok Timur, tujuh dari tenaga kesehatan, tiga lainnya dari warga, salah satunya orang tua dari rekan santriwati NI,” Tutup Kompol Yogi.
“Jadi, ada 10 saksi yang diperiksa pada hari ini di Lombok Timur, tujuh dari tenaga kesehatan, tiga lainnya dari warga, salah satunya orang tua dari rekan santriwati NI,” Tutup Kompol Yogi.
Artikel Terkait
Mampu Bangkit Usai Gagal Melangkah ke Babak Final ASEAN U-16 Boys, Erick Thohir: Kita Buktikan Indonesia Bisa Lebih Baik
Dibedah Oleh Kapolres Joni Mahardika, Rasa Haru Rahmawati Saat Menerima Kunci Rumahnya yang Baru
Aksi Satgas Pamtas Statis RI-PNG Yonif 111/KB Selamatkan Warga Yang Terseret Arus Banjir
Tangani Laporan terkait Pilkada 2024, Bawaslu RI Minta Jajarannya Pahami Regulasi
Selamat, 11 Casis Taruna Akpol Polda NTT Dinyatakan Lulus, Selanjutnya Akan Dikirim ke Mabes Polri