Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, yang menyatakan bahwa Prabowo telah mempersiapkan retret tersebut sejak satu bulan sebelum dilantik sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia sekaligus Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding.
Ia menyampaikan, dana retret bagi para menteri berasal dari uang pribadi Prabowo.
"Pak Prabowo yang membiayainya sendiri," kata Karding kepada awak media pada, Minggu malam, (27/10/2024) lalu.