Terkuak! Fakta Mengejutkan di Rekonstruksi Pembunuhan Satpam oleh Majikan di Bogor

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Minggu, 2 Februari 2025 | 09:00 WIB
Pelaku saat diamankan Polisi.  (Foto Polda Jabar)
Pelaku saat diamankan Polisi. (Foto Polda Jabar)

 

REPORTASENTT.COM, BOGOR - Aparat kepolisian menggelar rekonstruksi terkait dugaan tindak kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang petugas keamanan berinisial S (37).

Rekonstruksi ini dilaksanakan di lokasi kejadian, yakni di rumah tak terduga pelaku berinisial A (26) yang berlokasi di Jalan Lawang Gintung, Bogor Selatan, Kota Bogor.

Menurut keterangan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Bogor Kota, Aji, rekonstruksi ini bertujuan untuk mengungkap secara rinci peristiwa yang terjadi.
Baca Juga: Skandal Suap di Bandara Soekarno-Hatta, Ancaman Tersembunyi bagi Keamanan Nasional

“(Lokasi rekonstruksi) di TKP (tempat kejadian perkara),” ujar Aji, pada Jumat (31/1/2025).

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (17/1/2025) dini hari.

Korban, yang bekerja sebagai petugas keamanan di rumah pelaku tak terduga, diduga mengalami serangkaian kekerasan saat sedang beristirahat.


Baca Juga: Terungkap Alasan PSSI Boyong Patrick Kluivert Jadi Juru Taktik Anyar Garuda, Salah Satunya Kombinasi Tim Pelatih Anyar Asal Belanda

Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, ditemukan beberapa luka pada tubuh korban, dengan luka paling serius berada di bagian leher kiri.

“Berdasarkan hasil otopsi, terdapat beberapa luka. Dari luka-luka tersebut, penyebab utama kematian korban adalah luka di bagian leher kiri yang menyebabkan pendarahan serius,” jelas Aji.

Luka fatal tersebut menjadi faktor utama yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.


Baca Juga: Dugaan Korupsi SID, Saksi Ahli Bongkar Fakta di Persidangan: Agustinus Payong Boli Tak Terima Aliran Dana!

Dugaan sementara menyebutkan bahwa kejadian ini terjadi akibat perbedaan pendapat antara korban dan pelaku yang tidak terduga.

“Dari hasil pemeriksaan, penyebab utama kejadian ini adalah luka terakhir di bagian leher yang mengakibatkan korban mengalami pendarahan berat,” tambahnya.

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X