REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Sebuah mobil listrik BYD M6 tercebur ke kolam air mancur di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026) pagi.
Peristiwa itu terekam video dan beredar luas di media sosial.
Rekaman yang diunggah akun Instagram @jktproud memperlihatkan kendaraan tersebut berada di dalam kolam setelah menabrak pembatas jalan.
Baca Juga: Kontroversi Sekolah Daring: Dari Solusi Hemat BBM Kini Tak Lagi Dianggap Mendesak
Insiden terjadi sekitar pukul 07.00 WIB dan disebut sebagai kecelakaan tunggal.
Kasubdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, menjelaskan kendaraan telah dievakuasi sekitar pukul 09.00 WIB.
Petugas mengevakuasi mobil dari kolam tanpa laporan korban jiwa.
Baca Juga: Wisatawan Padati Pelabuhan Ulee Lheue Saat Idulfitri, Penyeberangan ke Sabang Meningkat
“Mobil melaju dari arah utara di Jalan MH Thamrin. Saat tiba di Bundaran HI, pengemudi diduga kurang berhati-hati hingga menabrak pembatas jalan,” kata Ruslani.
Ia menambahkan, benturan membuat kendaraan terpental dan masuk ke kolam air mancur. “Akibat kejadian itu, bagian depan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah,” lanjutnya.
Pengemudi diketahui berinisial KHS dan bekerja sebagai sopir taksi online. Menurut Ruslani, KHS baru sekitar tiga bulan menjalani profesi tersebut.
Baca Juga: Kontroversi Joget MBG, Hendrik Irawan Klarifikasi Insentif Rp6 Juta dan Investasi Rp3,5 Miliar
Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan.
Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi lanjutan terkait faktor lain yang memicu insiden di salah satu titik lalu lintas tersibuk di Jakarta tersebut.
Artikel Terkait
Awalnya Ngamuk di Kupang, Akhirnya Pelukan: Cerita Mabuk yang Tak Jadi Perkara
Polres Sikka Tegakkan Disiplin dan Layanan Publik, Rekrutmen Bintara 2026 Digelar Transparan
Patroli Dialogis Polres Flores Timur di Adonara Timur, Warga Diajak Jaga Kamtibmas
Wisatawan Padati Pelabuhan Ulee Lheue Saat Idulfitri, Penyeberangan ke Sabang Meningkat
Kontroversi Sekolah Daring: Dari Solusi Hemat BBM Kini Tak Lagi Dianggap Mendesak