Forum juga menyetujui keterlibatan relawan secara proporsional dari kalangan Muslim dan Katolik dalam pengelolaan dapur sebagai bentuk pengawasan bersama dan penguatan kepercayaan publik.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Flores Timur, Muhamad Ikram Ratuloli, menegaskan tuntutan yang disampaikan organisasinya tidak bertujuan menghentikan Program Makan Bergizi Gratis, melainkan memastikan program strategis nasional tersebut berjalan sesuai ketentuan dan mendapat kepercayaan masyarakat.
“Tuntutan yang kami sampaikan bukan untuk menghentikan Program MBG. Justru kami ingin memastikan program ini berjalan sesuai ketentuan dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat, khususnya umat Islam,” kata Ikram.
Menurutnya, dugaan masuknya bahan pangan nonhalal ke dapur MBG Pohon Bao telah menimbulkan keresahan dan memengaruhi tingkat kepercayaan sebagian masyarakat. Karena itu, pembenahan teknis dan perbaikan sistem pengelolaan dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan publik sekaligus memastikan makanan yang disalurkan aman, layak konsumsi, dan sesuai dengan keyakinan para penerima manfaat.
“Pikiran-pikiran yang Pemuda Muhammadiyah tawarkan ini adalah langkah solutif untuk mengembalikan kepercayaan publik dan upaya antisipatif agar masyarakat tidak lagi resah dengan pelaksanaan Program MBG, khususnya di Flores Timur,” katanya.
Artikel Terkait
BGN Hentikan Sementara Program MBG Saat Libur, Efisiensi Anggaran Diproyeksi Capai Rp3 Triliun
UV Diduga Tabrak Lari di Bandung Diamuk Massa, Netizen Soroti Aksi Ugal- ugalan Sopir
Eks HGU di Tasikmalaya Jadi Polemik, Petani Pertanyakan Proyek Batalyon TNI
Prosesi Antar Mahar di Adonara Perkuat Identitas Budaya Lamaholot Lintas Generasi
Polisi Ungkap Pencurian Kabel PLN di TTS, Dua Pelaku Ditangkap Saat Beraksi