REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Masyarakat dan keluarga pasien gagal ginjal kronis di Kabupaten Flores Timur mempertanyakan kapan layanan hemodialisis atau cuci darah di RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka mulai beroperasi. Hingga kini, banyak pasien masih harus menjalani perawatan di Kabupaten Sikka maupun Kota Kupang.
Kondisi tersebut dinilai membebani pasien dan keluarga karena harus mengeluarkan biaya transportasi, akomodasi, serta kebutuhan hidup selama menjalani terapi rutin di luar daerah.
Seorang keluarga pasien yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku memperoleh informasi jika rumah sakit telah memiliki dokter spesialis penyakit dalam dengan kualifikasi tambahan di bidang hemodialisis serta telah mengikuti program fellowship.
Baca Juga: PELNI Catat Transformasi Besar di Era Tri Andayani, dari Digitalisasi hingga Revitalisasi Armada
Namun, layanan cuci darah di RSUD Larantuka belum dapat dimanfaatkan masyarakat.
"Kami mendapat informasi dokter yang memiliki kualifikasi tambahan untuk layanan cuci darah sudah ada. Namun sampai sekarang pasien masih harus ke Maumere dan Kupang untuk menjalani hemodialisis," katanya kepada Reportase NTT, Senin (29/6/2026).
Ia menilai kondisi tersebut menambah beban ekonomi keluarga pasien.
"Biaya perjalanan, makan, dan kebutuhan lainnya sangat besar. Kami berharap manajemen RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka memberikan penjelasan kapan layanan cuci darah bisa mulai beroperasi," katanya.
Keluarga pasien juga berharap fasilitas yang telah tersedia di rumah sakit segera dimanfaatkan agar masyarakat Flores Timur tidak lagi bergantung pada layanan di luar daerah.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Pencurian Kabel PLN di TTS, Dua Pelaku Ditangkap Saat Beraksi
Dugaan Bahan Nonhalal Guncang Dapur SPPG Flores Timur, Muhammadiyah Minta Evaluasi Total
Pemkab Flores Timur Dorong Big Push Sektor Pertanian, 89 Petani Dibekali Praktek GAP di TTS
Promedia Ungkap Indikasi Pelaku Serangan DDoS terhadap Delapan Media, Artikel Dugaan Korupsi Jadi Target
PELNI Catat Transformasi Besar di Era Tri Andayani, dari Digitalisasi hingga Revitalisasi Armada