Akri berharap proses evakuasi dan pengamanan aset berlangsung aman sehingga seluruh dokumen dapat diselamatkan dari risiko kerusakan maupun kehilangan.
“Kami berharap seluruh proses evakuasi ini berjalan lancar sesuai harapan, sehingga semua dapat diantisipasi dan seluruh berkas dapat diamankan,” katanya.
KCP BRI Wae Reca tercatat sebagai kantor BRI dengan kerusakan paling parah di wilayah kerja Akri setelah gempa Flores. Bangunan kantor tersebut mengalami kerusakan hingga ambruk.
Kerusakan dengan tingkat berbeda juga dilaporkan terjadi pada sejumlah unit BRI lainnya. Unit BRI Pota mengalami keretakan pada dinding, sedangkan Unit BRI Reo mengalami kerusakan pada pagar depan.
Kerusakan turut terjadi di Unit BRI Slamet Riyadi Ruteng pada tembok ruangan penempatan mesin ATM. Sementara itu, Kantor Cabang BRI Ruteng mengalami kerusakan di lantai dua, termasuk sejumlah keramik yang pecah akibat guncangan.
Akri berharap seluruh proses penanganan dan evakuasi segera rampung agar pelayanan perbankan kepada masyarakat dapat kembali berlangsung secara optimal.
Baca Juga: Viral Video Burung Hantu Dibakar Hidup-hidup, Polisi Tangkap Tiga Pria di Manggarai Barat
“Kami berharap seluruh proses ini dapat segera diselesaikan, sehingga kami dapat kembali menerima dan melayani masyarakat,” kata Akri.
Laporan: Yos Syukur***
Artikel Terkait
Viral Video Burung Hantu Dibakar Hidup-hidup, Polisi Tangkap Tiga Pria di Manggarai Barat
Gempa M7, 7 Guncang Flores, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk Sejumlah Wilayah
Basarnas: Korban Gempa M7,7 Nagekeo Jadi 90 Orang, Operasi SAR Masih Berlangsung
Gempa M7,7 Guncang NTT, Data Terbaru BNPB Ungkap Puluhan Korban Meninggal dan Ribuan Pengungsi
SAR Hari Kedua Gempa Flores Diperluas, Pencarian Sasar Tiga Kabupaten