Viral Camat Lamba Leda Utara Protes Staf BNPB, Persoalkan Bantuan untuk Ribuan Warga Terdampak

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:52 WIB
Camat Lamba Leda Utara Agustinus Supratman memprotes staf BNPB terkait ketersediaan bantuan untuk warga terdampak bencana di sebelas desa yang membutuhkan bantuan logistik. (Foto, tangkapan layar FB)
Camat Lamba Leda Utara Agustinus Supratman memprotes staf BNPB terkait ketersediaan bantuan untuk warga terdampak bencana di sebelas desa yang membutuhkan bantuan logistik. (Foto, tangkapan layar FB)

 

REPORTASENTT.COM, MANGGARAI TIMUR,— Video Camat Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Agustinus Supratman, saat memprotes seorang staf Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi perhatian publik.

Rekaman tersebut memperlihatkan Agustinus menyampaikan keberatan terkait kondisi bantuan bencana yang dinilainya tidak sebanding dengan kebutuhan warga terdampak di wilayahnya.

Dalam video yang beredar, Agustinus terlihat berbicara dengan nada tinggi kepada staf BNPB. Ia mempertanyakan informasi mengenai ketersediaan bantuan yang disebut telah mencukupi kebutuhan masyarakat.

 

 

Baca Juga: Karhutla Mengganas di Kalimantan, Puluhan Hektare Lahan Terbakar dan Titik Api Bermunculan



Persoalan itu muncul ketika pemerintah kecamatan harus melayani warga terdampak dalam jumlah besar. Kondisi di lapangan, menurut Agustinus, tidak sejalan dengan informasi mengenai stok logistik yang tersedia.

Agustinus menyebut terdapat 21.171 jiwa yang harus mendapat perhatian. Mereka tersebar di 11 desa yang terdampak bencana dan membutuhkan berbagai kebutuhan dasar.

Besarnya jumlah warga terdampak membuat distribusi bantuan menjadi tantangan bagi pemerintah kecamatan.

 

Baca Juga: Keselamatan Tim Jadi Prioritas, Pembersihan Longsor Jalur Trans Flores Ende–Bajawa Tetap Waspada Gempa Susulan

 

 

Persediaan logistik yang terbatas dinilai menyulitkan proses pembagian secara merata kepada masyarakat.

Dalam situasi tersebut, pemerintah kecamatan juga menghadapi keluhan warga yang membutuhkan makanan serta kebutuhan pokok lainnya. Kondisi ini menempatkan aparatur kecamatan di tengah persoalan antara kebutuhan masyarakat dan ketersediaan bantuan.

Agustinus kemudian mempersoalkan informasi mengenai kondisi bantuan yang menurutnya tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.

 

Baca Juga: Gempa Flores Hari Kelima, SAR Evakuasi Lansia Diduga Alami Fraktur Tengkorak

 

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X