Paus Yohanes XXIII, yang menjabat dari 1958 hingga 1963, menjadi tokoh penting pembaruan Gereja melalui Konsili Vatikan II dan dikanonisasi oleh Paus Fransiskus pada 2014.
Baca Juga: Dunia Menanti Asap Putih: Ritus Rahasia Pemilihan Paus Resmi Dimulai
Nama lain yang umum meliputi Gregorius, Benediktus, dan Pius. Gregorius merujuk pada Paus Gregorius I, dikenal sebagai Santo Gregorius Agung.
Nama Benediktus dipilih oleh Joseph Ratzinger saat terpilih sebagai Paus Benediktus XVI pada 2005, mengacu pada Benediktus XV dan Santo Benediktus dari Nursia.
Sementara nama Pius mendominasi antara 1775 hingga 1958, dipakai tujuh kali dari total sebelas Paus.
Baca Juga: Dermaga Waekelambu Labuan Bajo Rusak Parah Dihantam Kapal, Netizen Soroti Hal Ini!
Sebaliknya, tidak pernah ada Paus yang menggunakan nama Petrus, suatu penghormatan unik terhadap pendiri Takhta Suci itu.
Nama-nama lain yang belum pernah digunakan mencakup Joseph, Yakobus, Andreas, dan Lukas.
Dari Nama Ganda hingga Pilihan Inovatif
Tradisi juga berkembang dengan munculnya nama ganda.
Albino Luciani menjadi Paus pertama yang menggabungkan dua nama, Yohanes Paulus I.
Pilihan ini menandai kesinambungan antara Paus Yohanes XXIII dan Paulus VI.
Baca Juga: Jelang Konklaf, Pejabat dan Staf Vatikan Ambil Sumpah Kerahasiaan
Penggantinya, Karol Wojtyła, meneruskan tradisi itu sebagai Yohanes Paulus II.
Paus Fransiskus menjadi contoh modern dari inovasi dalam pemilihan nama.
Sebagai Paus pertama yang mengambil nama Santo Fransiskus dari Assisi, ia menekankan semangat kesederhanaan, pelayanan kepada kaum miskin, dan pembaruan ekologis dalam kepemimpinannya.
Nama Rasul Paulus dan Misi Global
Enam Paus diketahui menggunakan nama Paulus, termasuk Paulus VI yang terkenal karena memulai tradisi perjalanan apostolik ke luar negeri.