REPORTASENTT.COM, VATIKAN- Menjelang pelaksanaan Konklaf untuk memilih Paus baru, para pejabat dan staf yang terlibat dalam proses tersebut mengucapkan sumpah kerahasiaan pada Senin (5/5/2025) pukul 17.30 waktu setempat, dalam sebuah upacara di Kapel Paulus, Istana Apostolik, Vatikan.
Sumpah ini diambil sesuai ketentuan Konstitusi Apostolik Universi Dominici Gregis yang diumumkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada 22 Februari 1996.
Upacara dipimpin oleh Kardinal Kevin Joseph Farrell, Camerlengo Gereja Roma Suci.
Baca Juga: Satgas Gakkum Gagalkan Pengiriman Ilegal Calon PMI di Perbatasan Malaysia
Peserta upacara mencakup berbagai kalangan, baik rohaniwan maupun awam, yang telah disetujui oleh Camerlengo dan tiga asisten kardinal.
Mereka antara lain Sekretaris Dewan Kardinal, Master Perayaan Liturgi Kepausan, tujuh master upacara kepausan, serta para pendeta dan biarawan Augustinian yang bertugas di Sakristi Kepausan.
Selain itu, sumpah juga diambil oleh para biarawati multibahasa yang ditugaskan melayani pengakuan dosa, tim medis, operator lift, staf logistik, petugas layanan makan dan kebersihan, petugas teknis, hingga kolonel dan mayor Garda Swiss yang ditugaskan di sekitar Kapel Sistina.
Baca Juga: Anggota MPR RI Soroti Dampak Kenaikan Tarif Impor AS terhadap Ekonomi Indonesia
Tak hanya itu, Direktur Layanan Keamanan dan Perlindungan Sipil Negara Kota Vatikan beserta beberapa kolaboratornya turut hadir dalam pengambilan sumpah tersebut.
Vatikan News melaporkan, setiap individu lebih dahulu menerima penjelasan mengenai pentingnya sumpah sebelum secara pribadi mengucapkan dan menandatangani dokumen sumpah di hadapan Kardinal Farrell, disaksikan dua protonotari apostolik.
Isi sumpah menegaskan janji mutlak untuk menjaga kerahasiaan seluruh proses pemungutan suara dan pemeriksaan selama Konklaf, termasuk larangan penggunaan alat perekam audio maupun video.
Pelanggaran atas sumpah ini dapat dikenai hukuman ekskomunikasi latae sententiae, yang hanya dapat dicabut oleh Takhta Suci.
Upacara ini merupakan bagian penting dalam menjaga integritas dan kesucian proses pemilihan Paus baru, sekaligus menegaskan komitmen Gereja terhadap kerahasiaan yang mutlak dalam Konklaf.
Artikel Terkait
Paus Baru, Tantangan Lama: Dari Perang hingga Krisis Iklim Dunia
Resahkan Warga, Polres Ende Tertibkan Konvoi Pelajar yang Rayakan Kelulusan
Anggota Dewan Pers Dorong Sinergi Lebih Kuat dengan Polri Tangani Isu Pers di Era Digital
Anggota MPR RI Soroti Dampak Kenaikan Tarif Impor AS terhadap Ekonomi Indonesia
Satgas Gakkum Gagalkan Pengiriman Ilegal Calon PMI di Perbatasan Malaysia