Dunia Menanti Asap Putih: Ritus Rahasia Pemilihan Paus Resmi Dimulai

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Rabu, 7 Mei 2025 | 22:58 WIB
Para Kardinal saat melaksanakan misa kudus bertajuk Pro Eligendo Pontifice yang dipimpin oleh Kardinal Giovanni Battista Re (91), Pemimpin Dewan Kardinal (Foto tangkapan layar youtube Vatikan Media.)
Para Kardinal saat melaksanakan misa kudus bertajuk Pro Eligendo Pontifice yang dipimpin oleh Kardinal Giovanni Battista Re (91), Pemimpin Dewan Kardinal (Foto tangkapan layar youtube Vatikan Media.)

 

REPORTASENTT.COM, VATIKAN- Gereja Katolik Roma resmi memulai proses pemilihan Paus baru hari ini, Rabu (7/5), dalam sebuah ritus suci dan tertutup yang dikenal sebagai Konklav.

Prosesi ini dimulai dengan Misa Kudus bertajuk Pro Eligendo Pontifice yang dipimpin oleh Kardinal Giovanni Battista Re (91), Pemimpin Dewan Kardinal, di Basilika Santo Petrus pukul 10.00 waktu Vatikan.

Misa yang dihadiri seluruh kardinal, baik yang berhak memilih maupun tidak, menandai awal masa pemilihan untuk menggantikan Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April lalu.

Saat ini Gereja Katolik memasuki masa sede vacante, atau kekosongan Tahta Suci.

Baca Juga: Dermaga Waekelambu Labuan Bajo Rusak Parah Dihantam Kapal, Netizen Soroti Hal Ini!

Sebanyak 133 kardinal di bawah usia 80 tahun akan menjalani proses pemilihan di ruang tertutup, yakni Kapel Sistina, Vatikan. Hanya mereka yang memiliki hak memilih dan dipilih sebagai Paus berikutnya.

Makna dan Prosedur Konklav

Istilah Konklav berasal dari bahasa Latin cum clave, yang berarti "dengan kunci", merujuk pada proses pemilihan yang dilakukan dalam isolasi total dan penuh kerahasiaan.

Segala bentuk komunikasi dengan dunia luar, termasuk akses internet dan alat elektronik, dihentikan. Kardinal peserta menginap di Domus Santa Marta, kediaman Paus sebelumnya, yang kini disterilkan dari publik.

Setelah makan siang, para kardinal bergerak menuju Kapel Paolina dan berarak menuju Kapel Sistina sambil menyanyikan Veni Creator Spiritus, memohon bimbingan Roh Kudus.

Baca Juga: Jelang Konklaf, Pejabat dan Staf Vatikan Ambil Sumpah Kerahasiaan

Sekitar pukul 16.30 waktu setempat, mereka mengucapkan sumpah di atas Kitab Suci untuk menjaga kerahasiaan dan integritas pemilihan. Setiap pelanggaran diancam dengan ekskomunikasi, sebagaimana ditetapkan oleh Paus Benediktus XVI.

Proses Pemungutan Suara

Dalam setiap putaran, para kardinal menuliskan nama kandidat pilihan mereka di atas kartu suara bertuliskan Eligo in Summum Pontificem meum ("Saya memilih Pemimpin Tertinggiku").

Proses pemungutan dilakukan dengan penuh kekhidmatan, para kardinal membawa kertas suara ke altar, bersumpah atas nama Kristus, dan memasukkan surat suara ke dalam piala pemungutan.

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X