REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Praktek korupsi dan nepotisme disebut masih sulit dihilangkan di berbagai rezim pemerintahan.
Namun, yang terpenting adalah upaya serius untuk menghindari tindakan koruptif karena dampaknya merugikan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Flores Timur, Ignas Boli Uran, dalam konferensi pers bersama waratwan di ruang kerjanya, Senin (22/12/2025).
Baca Juga: Jalan Lapen Baru Dibangun di Desa Rana Masak Sudah Rusak, Warga Kecewa
Dikatakan Ignas, kolusi kerap bermula dari relasi kedekatan, tetapi korupsi harus menjadi hal yang dihindari bersama.
“Saya tidak suka bicara teoretis. Dalam satu tahun anggaran, APBD itu sudah dibagi secara proporsional untuk seluruh belanja daerah. Namun, dalam perjalanannya ada dinamika yang menuntut pimpinan OPD membuat pertimbangan tertentu,” katanya.
Ia menjelaskan, dinamika tersebut terkadang menimbulkan deviasi administratif.
Baca Juga: Kenal Lewat Facebook, Transfer Uang dan Janji Nikah, Pria Asal Papua Datangi Kupang dan Temukan Fakta Mengejutkan di Sikumana
Namun, pengelolaan keuangan daerah saat ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan OPD, melainkan juga kepala daerah dan wakil kepala daerah.
“Kami membangun niat kepemimpinan bersama untuk menghindari praktik yang koruptif. Anggaran ini untuk kepentingan publik, jadi tidak boleh dikelola dengan perilaku tidak bersih,” ujarnya.
Menurut dia, potensi korupsi bisa muncul akibat intervensi, termasuk dalam pekerjaan fisik proyek.
Baca Juga: Yulius Suban Mengu Angkat Ayam KUB, Raih Juara I Inovasi Daerah Flores Timur 2025
Meski demikian, ia memastikan bahwa jika ada persoalan dalam pelaksanaan proyek, hal tersebut bukan disebabkan oleh proses transaksional.
“Kalau ada pelaksanaan yang bermasalah, saya pastikan itu bukan karena transaksi ataupun praktik koruptif,” katanya.
Ia pun menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga integritas dalam pengelolaan keuangan.
Baca Juga: Hilang 3 Hari, Refalina Bauk Akhirnya Ditemukan: Ini Fakta di Balik Keberadaannya
Tidak hanya dari sisi sikap, tetapi juga dalam praktek nyata.