REPORTASENTT.COM, BORONG- Ruas jalan lapen yang baru dikerjakan pada November 2025 lalu di Dusun Tok, Desa Rana Masak, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, dilaporkan sudah mengalami kerusakan. Padahal, umur jalan tersebut belum genap dua bulan.
Pantauan di lapangan menunjukkan, struktur aspal pada ruas jalan lapen RT 01 menuju RT 03 Dusun Tok tampak tipis dan tidak layak. Saat dilalui kendaraan roda empat, permukaan aspal terlihat retak dan mulai terkelupas di sejumlah titik.
Proyek peningkatan jalan tersebut diketahui bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran sebesar Rp192.000.000,00. Jalan lapen itu dikerjakan dengan volume sepanjang 160 meter.
Besarnya anggaran yang digelontorkan, dinilai tidak sebanding dengan kualitas pekerjaan di lapangan. Kondisi ini pun memicu kekecewaan masyarakat Desa Rana Masak.
Kepada reportasentt.com, salah satu warga Desa Rana Masak, Ondik Sagul, mengungkapkan rasa kecewanya terhadap proyek jalan tersebut. Menurut dia, kualitas pekerjaan tidak mencerminkan penggunaan dana desa yang cukup besar.
“Kami sebagai masyarakat Desa Rana Masak tentu sangat kecewa dengan kualitas proyek seperti ini. Kami tidak puas, karena saat dilewati mobil, aspalnya langsung retak dan terkelupas,” kata Ondik.
Ia menambahkan, anggaran sebesar Rp192.000.000,00 bukanlah jumlah yang kecil. Oleh karena itu, menurutnya, hasil pekerjaan dengan kualitas yang dinilai buruk tersebut sangat tidak masuk akal.
Baca Juga: Baru Dilewati Mobil, Jalan Ajang–Ledang di Manggarai Timur Amblas dan Batu Dasar Tenggelam
Artikel Terkait
Pemkab Flores Timur Kembangkan Sentra Peternakan, Bupati Doni Dihen Apresiasi Dukungan Warga
Pesan Natal Pemkab Flores Timur: Ada Ajakan Penting dari Wakil Bupati
Hebat! Tiga Inovasi Flores Timur Ini Tembus Top 10 KOIN Yanlik Berdasi NTT 2025
Yulius Suban Mengu Angkat Ayam KUB, Raih Juara I Inovasi Daerah Flores Timur 2025
Kenal Lewat Facebook, Transfer Uang dan Janji Nikah, Pria Asal Papua Datangi Kupang dan Temukan Fakta Mengejutkan di Sikumana