REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Flores Timur mengajak masyarakat lintas agama menjaga suasana damai dan toleran selama perayaan Semana Santa di Kota Larantuka.
Seruan ini disampaikan menjelang puncak Pekan Suci Semana Santa 2026 yang menjadi agenda religi tahunan dengan perhatian nasional hingga internasional.
Ketua MUI Flores Timur, Drs. Bakir Doni Pulo, mengatakan bahwa perayaan ini harus dijaga sebagai simbol kerukunan di daerah.
Baca Juga: Kominfo Jamin Internet Lancar Saat Semana Santa, Operator Perkuat Jaringan di Titik Rawan
“Flores Timur dikenal memiliki tradisi toleransi yang kuat. Kami berharap seluruh elemen masyarakat terus merawat suasana ini,” kata Bakir saat ditemui di Larantuka.
Ia menambahkan, keamanan dan ketertiban selama Pekan Suci merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat.
“Semua pihak, tanpa memandang latar belakang agama, perlu ambil bagian menjaga suasana tetap aman dan nyaman,” lanjutnya.
Baca Juga: Kembali Menemukan Jati Diri: Ziarah Rohani Angelius Wake Kako di Kota Larantuka
MUI Flores Timur juga menyampaikan ucapan selamat kepada umat Nasrani yang merayakan Paskah dan menjalankan rangkaian ibadah Semana Santa, termasuk para peziarah dari berbagai daerah.
“Kami dari MUI Flores Timur dan umat Muslim mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Paskah serta selamat menjalankan ziarah iman di Larantuka,” kata Bakir.
Menurut dia, sikap saling menghormati harus terus dipelihara dalam setiap aktivitas masyarakat selama perayaan berlangsung.
Baca Juga: Ini Ketentuan Wajib bagi Peziarah dan Media saat Pekan Suci di Larantuka
Semana Santa Larantuka tahun 2026 berlangsung pada 29 Maret hingga 5 April, dengan berbagai prosesi sakral yang menjadi tradisi turun-temurun sekaligus daya tarik wisata religi.