Gara- gara Rumput, Panen Padi Berujung Adu Jotos, Polisi Turun Tangan Jadi Penengah

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Selasa, 31 Maret 2026 | 23:56 WIB
Petugas Polsek Maulafa mengamankan seorang ODGJ di area SPBU Oepura Kupang sebelum dibawa ke RSJ Naimata untuk penanganan medis lanjutan.
Petugas Polsek Maulafa mengamankan seorang ODGJ di area SPBU Oepura Kupang sebelum dibawa ke RSJ Naimata untuk penanganan medis lanjutan.

REPORTASENTT.COM, KUPANG- Perselisihan saat panen padi di Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang, berujung aksi penganiayaan pada Senin (30/3/2026) sore.

Peristiwa terjadi ketika dua pekerja, G dan Y, terlibat cekcok saat bekerja di lahan milik warga. G bertugas merontokkan padi, sementara Y memotong padi sekaligus mengumpulkan rumput untuk pakan ternak.

Ketegangan muncul saat waktu istirahat. G mengambil rumput yang telah dikumpulkan Y tanpa sepengetahuan. Tindakan tersebut memicu emosi hingga berujung aksi kekerasan.

 

Baca Juga: Di Balik Penghargaan Polda NTT, Jejak Aksi Heroik hingga Pesan Keras Soal Integritas Anggota



Bhabinkamtibmas Kelurahan Naioni, AIPTU Ferdinan L. Bagaihing, langsung turun tangan melakukan mediasi bersama Ketua RT, keluarga, dan kedua pihak di RT 09 RW 04.

Kapolsek Alak, AKP I Ketut Setiasa, menjelaskan proses penyelesaian dilakukan melalui pendekatan problem solving agar konflik tidak berlanjut.

“Persoalan ini dipicu hal sepele, namun berdampak besar. Kami hadir untuk mempertemukan kedua pihak agar bisa mencari jalan keluar terbaik,” kata AKP Ketut Setiasa saat dikonfirmasi.

 

Baca Juga: Jelang Pelantikan Kepala SMA/SMK di NTT Besok, Status Akun Berubah Misterius, Dugaan Penunjukan Tertutup Menguat



Melalui pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Hubungan kekerabatan menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan damai.

AKP Ketut Setiasa juga menyampaikan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga situasi tetap kondusif.

“Penyelesaian seperti ini penting untuk menjaga keamanan lingkungan. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang,” lanjutnya.

 

Baca Juga: Ucapan Hari Raya Paskah 2026

Pendekatan persuasif yang dilakukan aparat dinilai efektif meredam konflik sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X