REPORTASENTT.COM, KUPANG- Aktivitas seorang pria dengan gangguan jiwa di area SPBU Oepura, Kota Kupang, memicu keresahan pengunjung pada Senin (30/3/2026) pagi. Laporan warga langsung direspons cepat aparat Polsek Maulafa.
Informasi awal disampaikan warga berinisial YL yang melaporkan anggota keluarganya berada di SPBU Jalan H.R. Koroh. Kehadiran pria tersebut dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat yang hendak mengisi bahan bakar.
Tim piket dipimpin KSPKT I AIPDA Beng Bilistolen segera menuju lokasi. Petugas menemukan SL berada di sekitar pompa bensin dan langsung melakukan pengamanan dengan pendekatan persuasif.
Baca Juga: Di Balik Penghargaan Polda NTT, Jejak Aksi Heroik hingga Pesan Keras Soal Integritas Anggota
SL diketahui berasal dari Desa Oemasi, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang. Setelah berkoordinasi dengan keluarga, petugas bersama YL membawa SL ke Rumah Sakit Jiwa Naimata untuk penanganan medis.
Kapolsek Maulafa, AKP Fery Nur Alamsyah, menjelaskan langkah cepat diambil untuk menjaga situasi tetap aman sekaligus memastikan SL memperoleh perawatan.
“Anggota kami bergerak cepat di lapangan. Pendekatan dilakukan secara humanis agar situasi tetap kondusif dan yang bersangkutan bisa ditangani dengan baik,” kata Fery saat diwawancarai.
Baca Juga: Jelang Pelantikan Kepala SMA/SMK di NTT Besok, Status Akun Berubah Misterius, Dugaan Penunjukan Tertutup Menguat
Ia menambahkan, penanganan tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga pada aspek kemanusiaan.
“Yang bersangkutan perlu mendapat layanan kesehatan. Kami membantu keluarga agar proses penanganan berjalan lancar,” lanjutnya.
Saat ini, SL masih menjalani penanganan lanjutan di RSJ Naimata dengan pendampingan keluarga.
Artikel Terkait
Video Viral Polisi vs Warga di Kupang: Dugaan Pelayanan Tak Profesional, Propam Periksa Anggota Polsek Maulafa
Operasi Semana Santa 2026 Dimulai, Ribuan Personel Amankan 1.113 Gereja di NTT
ODGJ Resahkan SPBU Oepura, Polisi Bergerak Cepat Amankan dan Bawa ke RSJ Naimata
Gara-Gara Rumput, Panen Padi Berujung Adu Jotos, Polisi Turun Tangan Jadi Penengah
Di Balik Penghargaan Polda NTT, Jejak Aksi Heroik hingga Pesan Keras Soal Integritas Anggota