Baca Juga: Kejar dan Tusuk Pengendara Motor di Insana Barat, Dua Tersangka Segera Disidangkansi
Pengawasan dilakukan guna menjaga integritas pelaksanaan rekrutmen sekaligus menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas.
Selain pengawasan, panitia menyediakan posko monitoring dan layanan konseling bagi peserta yang belum berhasil pada setiap tahapan seleksi.
Fasilitas tersebut disiapkan sebagai sarana evaluasi dan pembinaan bagi peserta yang ingin kembali mengikuti seleksi pada tahun berikutnya.
“Kami ingin memastikan setiap peserta mendapatkan pelayanan yang baik. Bagi yang belum berhasil, panitia telah menyiapkan layanan konseling agar mereka dapat mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki untuk mengikuti seleksi pada tahun berikutnya,” kata Henry.
Tahapan selanjutnya yang akan dihadapi para peserta adalah Pemeriksaan Kesehatan Tahap II. Peserta Akpol dijadwalkan mengikuti pemeriksaan pada 6 Juni 2026, peserta Bintara pada 7 hingga 10 Juni 2026, sedangkan peserta Tamtama pada 11 hingga 12 Juni 2026.
Rikkes II meliputi pemeriksaan urine, tes darah, rekam jantung (EKG), serta pemeriksaan radiologi atau rontgen yang dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional dan laboratorium berkompeten.
Baca Juga: Libur Sekolah 2026, PELNI Berlakukan Diskon Tiket Kapal Ekonomi hingga 30 Persen
Melalui pesan yang disampaikan Irwasda Polda NTT, seluruh peserta diminta menjaga kesehatan, integritas, dan kesiapan menghadapi tahapan berikutnya.
Sementara peserta yang belum lolos diharapkan menjadikan hasil seleksi tahun ini sebagai bahan evaluasi untuk mempersiapkan diri lebih baik pada kesempatan mendatang.
“Kami mengajak seluruh peserta untuk terus berjuang dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Kegagalan bukanlah akhir, melainkan kesempatan untuk mempersiapkan diri menjadi lebih baik. Rekrutmen ini dilaksanakan secara clear and clean demi mendapatkan calon anggota Polri yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tutup Henry.