news

Pj. Gubernur NTT Launching Alkes Kateterisasi Jantung di RSUD Johannes Kupang

Senin, 11 Maret 2024 | 07:26 WIB
Pj. Gubernur saat meninjau Alkes Kateterisasi Jantung di RSUD Johannes Kupang. (Foto Yosy Hoely)

REPORTASENTT.COM, KUPANG- Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G.L. Kalake, SH., MDC melaunching alat kesehatan Kateterisasi Jantung bertempat di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes pada Sabtu (9/3/2024).

“Dengan memohon Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, saya meresmikan pelayanan kateterisasi jantung RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes. Mari kita terus memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat NTT untuk NTT Maju dan Sejahtera," ucap Pj. Ayodhia.

Dalam sambutannya, Pj. Ayodhia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan dan RS Jantung Harapan Kita dan RSUP Prof Ngoerah atas dukungan pengadaan peralatan medis dan mentoring pelaksanaan Pelayanan- Percutaneous Coronary Intervention- (PCI) di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes.

Baca Juga: PMKRI St. Agustinus Larantuka Gelar Masa Bimbingan Calon Anggota 2024

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Kesehatan yang telah mendukung keberadaan PCI ini dengan bantuan pengadaan peralatan medis dan menetapkan RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes sebagai Rumah Sakit Pusat Rujukan Pelayanan Jantung Regional NTT sesuai dengan SK Kemenkes Terkait RS Rujukan Pelayanan Kardiovaskular Nomor HK 01.07/Kemenkes/718/2020. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada RS Jantung Harapan Kita dan RSUP Prof. Ngoerah yang bersedia untuk melakukan pendampingan pelaksanan PCI di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes ini,” Katanya.

Dalam siaran pers yang diterima ReportaseNTT, Ayodhia pada kesempatan ini mengungkapkan bahwa penyakit jantung merupakan penyebab kematian tertinggi kedua di Indonesia. Seiring perkembangan pola hidup yang tidak sehat, penyakit jantung dapat menyerang siapa saja dari berbagai golongan usia baik anak muda maupun orang lanjut usia.

“Di Provinsi NTT sendiri kasus penyakit jantung tergolong tinggi. Di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes pada tahun 2023 tercatat sebanyak 248 kasus penyakit- Syndrom Coronaria Acute- yang membutuhkan tindakan kateterisasi disamping penyakit jantung lainnya. Angka ini tentunya akan menjadi jauh lebih besar jika diakumulasi dengan kasus-kasus serupa yang terjadi pada seluruh Rumah Sakit di seluruh NTT,” jelas Ayodhia.

Baca Juga: Nyepi Beriringan Ramadan, Menag: Saling Menghormati Ritual dan Tradisi Keagamaan

Oleh karena itu, menurut Pj. Gubernur NTT, dibutuhkan tindakan penanganan penyakit jantung yang khusus dan komprehensif. Selama ini penderita penyakit jantung dari NTT yang memilih untuk melakukan perawatan dan pengobatan ke luar NTT terutama karena belum tersedianya pelayanan Katerisasi jantung dengan sumber pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Kita patut bersyukur karena pada hari ini kita bersama - sama melaunching PCI di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes. Kehadiran alat dan pelayanan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat NTT terutama para penderita penyakit jantung dan menekan kematian akibat penyakit jantung di NTT. Dengan adanya alat ini para penderita penyakit jantung tak perlu lagi mengeluarkan biaya, tenaga dan waktu yang banyak karena harus dirujuk ke luar NTT,” Jelasnya.

Apalagi peralatan kateterisasi yang dimiliki di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes ini merupakan satu-satunya alat kateterisasi di NTT berjenis Biplane sehingga lebih memudahkan secara teknis dalam proses diagnosis maupun tindakan baik pada kasus jantung coroner maupun kasus jantung bawaan dan pediatri atau anak-anak sehingga diharapkan dari sisi hasil tentunya lebih baik.

Baca Juga: Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1445 H Jatuh pada 12 Maret 2024

“Dari skema pembiayaan dengan JKN untuk pelayanan PIC ini juga tentunya sangat membantu masyarakat. Saya berharap BPJS Kesehatan sebagai pelaksana teknis JKN dapat mendukung secara penuh pelayanan kateterisasi di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes ini sehingga memudahkan masyarakat NTT khususnya para penderita penyakit jantung yang membutuhkan penanganan yang cepat dan komprehensif,” Ungkapnya.

Ayodhia mengatakan kehadiran alat ini tentunya tidak akan bermanfaat banyak bila tidak didukung dengan peningkatan kualitas pelayanan. Karena itu Ia berharap para dokter dan para medis yang bertugas di PCI ini dapat memberikan pelayanan yang tulus kepada para pasien penyakit jantung.

Halaman:

Tags

Terkini