REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Beredarnya video yang sedang viral di media sosial terkait dugaan peganiayaan Prajurit TNI terhadap salah seorang yang diduga adalah oknum KKB Papua.
Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/3/2024) mengatakan, Papua terdiri dari 28 Kabupaten dan satu kota.
Dari 28 Kabupaten/ kota ini kata Pangdam, yang kerap terjadi gegolak adalah Yahukimo, Penggunungan Bintang, Nduga, Intan Jaya dan puncak.
Baca Juga: UHC JKN di Flotim Dilaunching, Ini Permintaan Doris Rihi kepada Para Nakes di Flores Timur
"Ada lima (5) Kabupaten itu yang sering terjadi aksi KKB Papua. Kami terus melakukan penanganan- penanganan. Setiap permasalahan kami berusaha untuk selesaikan dengan baik demi menghindari adanya pertumpahan darah, mengindari adanya korban- korban. Seperti yang kita ketahui bahwa Papua adalah tanah damai, Papua adalah tanah yang diberkati, tidak boleh dilumuri dengan darah," kata Pangdam.
Tetapi kata Pangdam, tantangan yang dihadapi oleh para prajurit adalah masih adanya kelompok bersenjata, yang terus melakukan gangguan keamanan dan melakukan penyerangan- penyerangan terhadap TNI, Polri dan bahkan warga sipil dan orang asli papua (OAP) yang tidak tau apa- apa pun juga dihabisi oleh KBB.
"Soal aksi kekarasan yang dilakukan oleh oknum TNI, kami sangat menyayangkan ini terjadi dan itu tidak boleh terjadi, dalam upaya kami menyelesaikan permasalahan di Papua, dengan pendekatan- pendekatan yang benar, tetapi ada prajurit yang melakukan ini. Hal ini sangat disayangkan dan melanggar hukum," tegas Pangdam.
Baca Juga: Modus Ajak Korban Bisnis Jual Beli Daging Sapi, Uang 10 Juta Milik Petani Raib Dibawa Kabur Pelaku
TNI juga kata dia, tidak pernah menerapkan prosedur kekerasan dalam pelaksanaan tugas. Tetapi yang diterapkan oleh TNI adalah membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, dengan komunitas- komunitas, serta membangun kepercayaan yang baik.
Periksaan terhadap oknum TNI yang melakukan kekerasan, setelah melalui penelusuran video kata Pangdam, Kodam XVII Cendrawasih membentuk tim investigasi yang saat ini sedang bekerja di Puncak Jaya, dimana TKP itu terjadi.
" Kita akan usut tuntas permasalahan ini. Aapapun yang terjadi disana akan menjadi bahan untuk proses hukum nanti. Tidak ada satupun yang boleh lolos dari sini. Semua yang terlibat akan dihukum," tegas Pangdam
Baca Juga: Kronologi 12 PMI Ilegal Diselamatkan Ditreskrimum Polda Kepri yang Hendak di Kirim ke Malaysia
Pemeriksaan ini juga akan melibatkan Kodam III/Siliwangi sesuai permintaan bantuan dari Mayjen TNI Izak, karena Batalyon Infanteri Raider 300 kaat dia sudah purna tugas, sudah tidak lagi di Papua.
"Dan saat ini Kodam III Siliwangi sedang memeriksa kepada oknum- oknum TNI yang diduga terlibat dalam tindakan kekerasan ini. Saya atas nama Pangdam XVII Cendrawasih, atas nama TNI Angkatan Darat mengakui bahwa perbuatan ini tidak dibenarkan dan telah mencoreng nama baik TNI, dan mencoreng penanganan- penanganan konflik di Papua," tegasnya.
Pangdam XVII Cendrawasih juga meminta maaf kepada seluruh Papua, dan menegaskan TNI akan terus bekerja dan berharap kejadian- kejadian tersebut tidak terulang lagi dimasa yang akan datang, degan terus meningkatkan pengawasan- pengawasan kepada Satgas- satgas yang emalsanakan tugas di daerah Papua.
"Proses hukum akan kami dorong terus, kompensasi kepada masyarakat Papua adalah keadilan yang harus mereka dapat. Kami akan berikan keadilan bagi masyarakat Papua," kata Pangdam.