news

Pria 44 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya, Tergeletak di Antara Mesin Air Menyala dan Truk Merah

Sabtu, 31 Agustus 2024 | 20:46 WIB
Foto ilustrasi. (Desain by Tim Reportase NTT)
 
 
REPORTASENTT.COM, SUMBAWA- Seorang pria berinisial WA (44) warga kelurahan lempeh, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) di temukan tergeletak tak bernyawa di rumahnya pada hari Sabtu (31/08/2024).

Korban pertama kali ditemukan oleh ayah korban sekitar pukul 06.30 WITA, dimana korban ditemukan sudah dalam posisi tergeletak diantara mesin air yang dalam posisi menyala dan truk warna merah.
 
Ayah korban kemudian meminta warga sekitar untuk membantu mengecek kondisi korban, kemudian bergegas menghubungi Polisi untuk dilakukan pemeriksaan.
 
Baca Juga: Kupang Jazz Festival Night, Satlantas Polresta Rekayasa Arus Lalin di Jalan El Tari Malam Ini

Kapolres Sumbawa AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi SH, S.IK, M.AP., melalui Kapolsek Sumbawa Ipda Eko Riyono SH., mengatakan bahwa pihaknya yang menerima laporan terkait penemuan mayat tersebut kemudian bergegas meluncur ke TKP.

Ipda Eko mengungkapkan bahwa saat tiba dilokasi pihaknya kemudian menghubungi Tim Medis dari PKM Unit 2 Sumbawa, dan saat Tim medis tiba, korban langsung dievakuasi dengan menggunakan mobil ambulance PKM Unit 2 Sumbawa menuju RSUD Sumbawa.

“Berdasarkan pemeriksaan dan visum luar tubuh korban, tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan diperkirakan korban meninggal kurang dari 6 jam sejak pemeriksaan,” ujar Kapolsek.
 
Baca Juga: Status Dua Security Pelabuhan Tenau Kupang Dinaikkan, Polisi Menjelaskan Keduanya Terbukti Melakukan Hal Ini!

Selain itu, lanjut Kapolsek Sumbawa, terdapat luka lecet di kepala bagian belakang sebelah kanan serta luka lecet dibahu kanan dan bawah lutut kanan tubuh korban. Hal ini sambung dia, sudah dilakukan pemeriksaan oleh pihak medis.

“Dari hasil pemeriksaan dokter jaga RSUD Sumbawa yang didampingi oleh perawat RSUD Sumbawa, PKM Unit 2 Sumbawa, tim indentifikasi Polres dimana diduga korban meninggal akibat henti jantung atau serangan jantung,” terang Kapolsek.

Sementara itu, pihak keluarga korban menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban sebagai suatu musibah dan menolak dilakukan autopsi dengan menandatangani berita acara.
 
Baca Juga: Mahasiswa Gelar Aksi Demonstrasi di Tiga Daerah di NTT Kawal Putusan MK Terkait Pilkada

“Pihak Keluarga menerimakan dan tidak menghendaki dilakukan autopsi dengan disertai surat pernyataan”, pungkasnya.

Tags

Terkini