Bukan hanya kehilangan materi, serangan yang kejam itu juga menghancurkan hati Nikolaus. Desa mereka diserang dengan brutal.
Nikolaus hanya bisa meratapi ketidakadilan ini, namun di tengah kesedihannya, ia meneguhkan satu tekad yang tak tergoyahkan, cucunya harus mendapatkan pendidikan.
Ia tak ingin cucu-cucunya tumbuh dalam kebutaan huruf seperti mereka.
Pendidikan adalah satu-satunya jalan agar masa depan mereka tak bernasib sama.
Meski harta benda habis dilalap api, Kakek Nikolaus tetap memegang teguh cita-citanya, bahwa masa depan cucunya harus cerah.
Ia rela mengorbankan segalanya demi satu hal yang ia yakini, pengetahuan adalah kunci kebebasan, dan pendidikan adalah harapan yang akan membawa cucunya keluar dari kegelapan.
"Rumah saya dibakar, tetapi pada saat keluar saya ingat buku- buku anak saya. Saya masuk kembali ke dalam rumah angkat buku lalu keluar rumah," katanya kepada Wartawan, Rabu (23/10/2024).
Nikolaus, seorang ayah yang begitu mencintai keluarganya, tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah secepat ini.
Baca Juga: Jaga Kondusivitas Jelang Pilkada 2024, Polisi Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Razia
Usai serangan yang meluluhlantakkan desa, rumah-rumah tak lagi berdiri kokoh, termasuk miliknya.
Namun, rasa sakit yang paling dalam bukanlah kehilangan harta benda, melainkan melihat anak-anaknya yang masih kecil harus terperangkap dalam keputusasaan yang sama.
Nikolaus, subuh itu mengumpulkan sisa kayu di halaman rumahnya yang porak-poranda.
Baca Juga: Terlibat Aksi Tawuran, Polres Majalengka Amankan Belasan Remaja