news

Gunung Lewotobi Laki- laki Muntahkan Lahar Panas Tengah Malam: Status Meningkat, Korban Jiwa Dilaporkan

Senin, 4 November 2024 | 05:56 WIB
Inilah keadaan pada malam hari saat gunung Lewotobi laki-laki muntahkan lahar panas. (Foto/ Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki laki )

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Gunung Lewotobi Laki- laki meletus pada tengah malam, tepatnya pukul 12.00 WITA, memuntahkan lahar panas, pasir, kerikil, dan bebatuan yang menimbulkan kerusakan parah.

Beberapa rumah warga dilaporkan terbakar, dan ada korban jiwa akibat panas serta bebatuan yang jatuh menghantam rumah- rumah di Desa Klatanlo.

Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki- laki secara resmi menaikkan status gunung ini dari level III (Siaga) ke level IV (Awas) terhitung sejak 3 November 2023 pukul 24.00 WITA.

 Baca Juga: Menuju Sekolah Ramah Anak, PGRI Flotim Gelar Lokakarya Budaya Posifif

Dalam pengumuman resmi yang disampaikan melalui Pos Pengamatan, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengungsi ke lokasi yang lebih aman, serta mematuhi arahan pihak berwenang.

Theresia Onya Kedang, seorang warga Desa Dulipali yang berhasil menyelamatkan diri, mengisahkan pengalaman mengerikan yang ia alami saat erupsi terjadi.

"Puji Tuhan, kami sekeluarga selamat. Saat ini, kami mengungsi ke ujung Boru setelah berhasil menyelamatkan diri dari hujan api, hujan batu, hujan kerikil, dan hujan abu," ujarnya.

 Baca Juga: Ketua Komisi XIII DPR RI Minta Nilai- nilai HAM di Indonesia Diterapkan Seperti Drakor

Menurut Onya Kedang, peristiwa tersebut tampak seperti adegan dalam film-film tentang hujan meteor.

"Batu api sampai menembus atap seng rumah kami, jatuh tepat di kasur tempat saya tidur. Selang beberapa detik, saya berhasil keluar dari kamar. Apapun yang terjadi, Tuhan itu baik. Mohon doa untuk kami semua di kaki Gunung Lewotobi," ungkapnya.

Sementara itu, Wilfridus Boleng, salah seorang warga mengimbau kepada pemerintah agar bencana ini ditangani serius dan meminta pemerintah menetapkan status Bencana Nasional apabila situasi semakin sulit dikendalikan.

 Baca Juga: Komplotan Pencurian Pecah Kaca Ditangkap di Majalengka, Korban Rugi Puluhan Juta Rupiah

"Kasihan masyarakat di sekitar KecamatanWulanggitang dan Ile Bura, mereka butuh bantuan secepatnya," ujar Wilfridus.

Halaman:

Tags

Terkini