REPORTASENTT.COM- Paus Fransiskus usai berbicara pada akhir Angelus hari Minggu di Lapangan Santo Petrus, Paus Fransiskus mengungkapkan kedekatannya dengan masyarakat di Pulau Flores, Indonesia yang terkena dampak letusan gunung berapi yang dimulai sekitar seminggu yang lalu dan terus berlanjut seiring dengan perluasan zona darurat dan evakuasi oleh otoritas setempat.
Paus menyampaikan doanya bagi para korban, pengungsi, dan keluarga mereka.
Sepuluh orang dipastikan meninggal dunia dan puluhan lainnya cedera saat evakuasi darurat sedang dilakukan untuk memindahkan penduduk dari daerah yang terkena dampak.
Baca Juga: Polres Metro Jakarta Barat Grebek Markas Judol di Rumah Mewah Cengkareng, Amankan 8 Orang Tersangka
Letusan gunung berapi Lewotobi Laki-laki pada bulan Januari lalu juga memaksa evakuasi sekitar 6.500 penduduk di salah satu zona seismik berisiko tinggi di negara tersebut.
Dan untuk erupsi kali ini terjadi pada Senin, 4 November 2024 lalu, yang menyebabkan puluhan ribu masyarakat harus mengungsi.
"Baru saja Paus Fransiskus menyampaikan belarasa dengan para korban letusan gunung berapi Lewotobi di dalam Doa Angelus siang ini di Vatikan dan berdoa utk semua. Terima kasih Bapa Paus," demikian dikatakan juru bicara Kepausan, Pater Markus Solo Kwuta, dalam postingan facebooknya, yang dikutip Reportase NTT.
Baca Juga: Polisi Berhasil Bongkar Jaringan Peredaran Obat- obat Terlarang Lintas Provinsi
Selama Angelus hari Minggu, Paus Fransiskus menyampaikan doa dan simpatinya kepada para korban letusan gunung berapi di Indonesia dan korban banjir di Valencia, Spanyol.
Ia mengimbau agar dilakukan dialog mengenai kerusuhan di Mozambik dan diakhirinya pertumpahan darah di Ukraina, Palestina, Israel, Myanmar, dan Sudan.
Biarawati misionaris tewas dalam letusan gunung berapi di Indonesia
Media khusus Vatikan, pada awal gunung erupsi gunung Lewotobi laki-laki, juga memberitakan meninggalnya seorang biarawati.